Lifestyle

Ubah Resolusi Percintaan 2022, Karena Pernikahan Bukan Tanda Keseriusan Pria

Ubah Resolusi Percintaan 2022, Karena Pernikahan Bukan Tanda Keseriusan Pria
Ilustrasi pasangan (UNSPLASH/Tanya Trofymchuk)

AKURAT.CO Banyak orang mendambakan hubungan yang serius. Disini, serius merujuk pada hubungan romantis yang dijalani untuk satu tujuan bersama: pernikahan.

Masa awal kencan adalah waktunya bagi Anda dan pasangan bersama-sama membangun chemistry dan saling mengenal satu sama lain. Masa berikutnya adalah waktu bagi Anda untuk menentukan akan dibawa ke mana hubungan berjalan.

Hal ini pun membuat wanita seakan mengejar soal kapan pasangan atau pria yang dia cinta akan menikahinya, apalagi setelah pergantian tahun atau saat bertambahnya usia kamu. 

baca juga:

Namun, beredarnya konten media sosial soal kisah nyata soal kawin-cerai atau tidak bahagia terhadap suatu hubungan pernikahan, membuat kamu masih ragu untuk menikah. 

Menurut Dating Coach sekaligus Pendiri dari kelascinta.com, Kei Savourie mengatakan bahwa tingkat keseriusan seorang pria terhadap wanita bukan soal pernikahan, tapi keseriusan pria dilihat dari kehadirannya dalam hidupmu.   

"Tidak, tingkat keseriusan pria bukan melamar atau menikahi. Tingkat keseriusan tertinggi seorang pria ketika dia konsisten selalu ada disamping kamu terus terus terus terusan," ujar Kei Savourie di konten TikTok-nya, dikutip pada Jumat (31/12).

Oleh sebab itu, Kei mengatakan bahwa platfrom Kelas Cinta lebih mementing tingakt konsisten seseorang, sebelum ke jenjang pernikahan 

"Jadi kalau di kelas cinta jauh lebih penting di konsisten daripada dia nikahin kamu," katanya. 

"Meskipun dia belum nikahin kamu, dia selalu ada di samping kamu tahun demi tahun, itu namanya komitmen. Dibandingkan dengan nikah lalu sebentar cerai, yang kayak gitu banyak terjadi kan? nikah sebentar lalu cerai," jelasnya. 

Oleh sebab itu, Kei menyarankan bagi wanita untuk membuang anggapan bahwa pernikahan adalah lambang keseriusan 

"Buang jauh-jauh dari pikiran kamu, kalau nikah itu adalah lambang keseriusan," ucapnya. 

Kei pun mengingatkan bahwa kamu harus berhati-hati, jika ada pria yang baru kamu kenal tiba-tiba mengajak kamu menikah. 

"Justru orang yang baru kenal, dia pengen nikahin kamu langsung buru-buru itu, tandanya dia nggak serius. Itu tandanya dia menyepelekan pernikahan," tuturnya.

"Pernikahan itu adalah sebuah hal penuh tanggung jawab yang besar, tapi dia dengan begitu mudahnya dia mengajak nikah sama kamu, itukan namanya dia seperti menyepelekan dan meremehkan pernikahan itu sendiri," imbuhnya. 

Akan tetapi, pemikiran soal pernikahan bukan sebuah keseriusan dalam hubungan mungkin akan kurang diterima oleh beberapa orang, dikarenkan ada beberapa pasangan yang berpacaran sebentar tapi pernikahannya harmonis. 

Kei pun memberikan saran pemahaman, bagaimana menyikapai pernyataan seperti ini. 

"Ya memang langgeng, ini namanya genelarisir, kamu juga sering melakukannya. Sama kayak kamu bilang orang indonesia suka indomie tetapi nggak semuanya suka indomie, ada yang nggak suka indomie. Tapi ini cuma segelintir dibandingkan dengan yang suka," ucapnya.

"Kayak misalnya kamu bilang, ada temen aku yang pacaran langsung nikah gak ada masalah dan langgeng hubunganya, itu cuman satu. Jika dibandingkan dengan yang cerai, ada sepuluh pasangan lainnya yang cerai. Ini nggak bandingin kan. Itu adalah hal yang biasa kita lakukan saat berbicara," sambungnya.