Olahraga

Uang Saku Atlet Olimpiade Mulai Disalurkan, Per Hari Rp4,8 Juta

Uang saku atlet Olimpiade Tokyo 2020 per hari adalah US$335 (Rp4,8 juta) dan uang perjalanan pulang pergi US$134 (Rp1,9 juta).


Uang Saku Atlet Olimpiade Mulai Disalurkan, Per Hari Rp4,8 Juta
Presiden Joko Widodo secara resmi melepas kontingen Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo tahun 2021 di halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (8/7/2021). (BPMI Setpres)

AKURAT.CO, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) mengaku sudah memberikan uang saku kepada atlet yang bakal berangkat ke Olimpiade Tokyo 2020. Dimulai dengan kloter kedua yang bakal berangkat pada Sabtu (17/7), uang saku yang diberikan adalah sebanyak US$335 (sekitar Rp4,8 juta per hari).

Alhamdulillah, termin pertama sudah tersalurkan hari ini. Rinciannya, uang saku perjalanan pulang dan pergi serta uang saku lima hari pertama yang kami bayar secara penuh ke rekening masing-masing,” kata Sekretaris Jenderal KOI, Ferry J Kono, sebagaimana dipetik dari Antara.

Adapun besaran uang saku perjalanan pulang dan pergi adalah US$134 (sekitar Rp1,9 juta). Jumlah tersebut hanya 40 persen dari besaran uang saku harian.

Sementara itu, pembayaran periode berikutnya akan disalurkan setiap dua hari namun hanya total 70 persen saja. Sedangkan sisa 30 persen baru dituntaskan ketika atlet sudah kembali ke Indonesia.

Kloter yang berangkat pada 17 Juli adalah rombongan terbesar kontingen Indonesia disertai dengan Pemimpin Misi (Chef De Mission/CdM) Olimpiade Tokyo 2020, Rosan P Roeslani, serta Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari. Adapun rombongan terakhir, yakni atletik, akan berangkat pada 24 Juli mendatang.

Sementara itu, kontingen bulutangkis sudah berangkat lebih dulu sejak 8 Juli kemarin. Mereka tiba lebih awal untuk menjalani pemusatan latihan di Kumamoto sebelum masuk ke kampung atlet di Tokyo pada Minggu (18/7).

“Untuk bulutangkis yang sudah berada di Jepang, uang saku sudah kami distribusikan. Namun, atletik karena keberangkatannya 24 Juli jadi baru kami salurkan sekitar dua hari sebelum keberangkatan,” kata Ferry.

Selain itu, total 28 atlet dan 17 pelatih Indonesia yang bertanding di Tokyo juga akan menerima dana hibah dari program Olympic Solidarity ketika mereka sudah mulai bertanding di arena. Atlet bakal menerima US$1.500 (sekitar Rp22 juta) sementara pelatih mendapatkan US$1.000 (sekitar Rp14,5 juta).

“Khusus atlet cadangan dari cabang selancar kami berikan US$500. Apabila akhirnya tampil akan kami samakan jumlahnya. Yang jelas ini adalah komitmen kami, KOI dan CdM serta sinergi dan Kemenpora untuk memastikan atlet-atlet yang tampil di olimpiade mendapat haknya dengan lancar,” ucap Ferry.[]