News

Uang Brigadir J di Rekening BNI Nyaris Rp100 T? Begini Kata PPATK

Uang Brigadir J di Rekening BNI Nyaris Rp100 T? Begini Kata PPATK
Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J (Facebook/Rohani Simanjuntak)

AKURAT.CO, Aktivis Irma Hutabarat mengunggah video di akun YouTubenya yang membahas soal saldo rekening Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Dalam pembahasan di video itu, saldo rekening Brigadir J disebut mencapai Rp99,99 triliun.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana mengatakan nominal tersebut merupakan bukan saldo milik Brigadir J, melainkan nilai maksimum untuk pembekuan rekening. 

"Itu plafon tertinggi pembekuan. Praktik lazim di perbankan dan selalu menggunakan nilai tertinggi yang hampir mustahil," ujar Ivan kepada wartawan, Jumat (25/11/2022).

baca juga:

Ivan menjelaskan setiap PPATK memerintahkan pembekuan rekening seseorang, maka bank secara otomatis akan mengatur jumlah maksimal melalui sistemnya. 

"Jadi (seandainya) kalau disetting cuma Rp1 juta, ketika nasabah transaksi sampai Rp5 juta, maka yang bisa diblokir sistem hanya Rp1 juta. Sisanya Rp4 juta gak bisa," jelasnya.

Karena itulah, bank memberikan plafon maksimal yang sekiranya mustahil seperti Rp100 triliun. Sehingga, seluruh transaksi  menggunakan rekening Brigadir J dengan nominal di bawah Rp100 triliun akan terblokir.

"Jadi rekening tersebut pasti aman karena asumsinya tidak mungkin nasabah punya uang di atas itu (Rp100 triliun)," jelasnya.

Sebelumnya, melalui kanal YouTube, Aktivis Irma Hutabarat bersama Ketua LMR RI bernama Glenn Tumbelaka membacakan nominal Rp99,99 triliun yang terdapat dalam surat berkop Bank Negara Indonesia (BNI) cabang Cibinong atas nama Yosua. Glen menyebut nominal tersebut yang terdapat di rekening Yosua.

"Jadi tuh Rp100 triliun minus satu rupiah. Ini nilai nominal di rekening ini. Ini kan berdasarkan dari surat PPATK pasti. Dan kalau ini juga dilakukan penghentian sementara, berarti angkanya benar," kata Glenn dalam video tersebut.

"100 triliun itu ada? riil?" jawab Irma.

"Riil, kalau gak riil, BNI bisa bilang gak ada PPATK di rekening ini jadi gak perlu dihentikan," kata Glenn.