Ekonomi

Uang Beredar RI Tumbuh 8,1% Jadi Rp6.994 Triliun per Mei 2021

BI mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.994,9 triliun pada Mei 2021.


Uang Beredar RI Tumbuh 8,1% Jadi Rp6.994 Triliun per Mei 2021
Suasana gedung Bank Indonesia di Jakarta Pusat, Rabu (14/8/2019). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, Bank Indonesia memiliki beberapa instrumen termasuk yang sifatnya hedging instrumen seperti Domestic Non Delivery Forward (DNDF). Instrumen transaksi DNDF ini memberikan alternatif lindung nilai bagi pelaku pasar, sehingga mengurangi demand di pasar spot. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) sebesar Rp6.994,9 triliun pada Mei 2021. Angka ini tumbuh 8,1 persen (yoy) atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 11,5 persen (yoy).

“Perlambatan terjadi pada mayoritas komponen uang beredar sempit (M1) dan uang kuasi,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono melalui keterangan resminya, Jakarta, Selasa (22/6/2021).

Dia menjelaskan, pertumbuhan M1 pada Mei 2021 sebesar 12,6 persen (yoy) atau lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan April 2021 sebesar 17,4 persen (yoy).

Pertumbuhan uang kuasi juga melambat, dari sebesar 9,7 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 6,8 persen (yoy) pada Mei 2021.

Selain itu, berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 pada Mei 2021 terutama dipengaruhi oleh perlambatan aktiva luar negeri bersih.

Faktor aktiva luar negeri bersih tumbuh 6,4 persen (yoy), melambat dibandingkan 10,7 persen (yoy) pada April 2021.

Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah Pusat tumbuh 61,4 persen (yoy), lebih tinggi dari pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 45,0 persen (yoy).

Di sisi lain, pertumbuhan kredit tercatat -1,3 persen (yoy), meskipun terus menunjukkan perbaikan dibandingkan pertumbuhan Maret dan April 2021 masing-masing sebesar -3,7 persen (yoy) dan -2,4 persen (yoy). []