Rahmah

UAH Ungkap Alasan Mengapa Hidup Kita Sering Dilanda Gelisah, Ternyata Ini Alasannya

Orang yang korupsi, kata UAH akan tersiksa hidupnya, karena berpikir terus, takut ketahuan, takut ditangkap.


UAH Ungkap Alasan Mengapa Hidup Kita Sering Dilanda Gelisah, Ternyata Ini Alasannya
Ustaz Adi Hidayat (MUI.or.id)

AKURAT.CO  Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surah Al-Adiat ayat 9:

أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِى ٱلْقُبُورِ

A fa lā ya'lamu iżā bu'ṡira mā fil-qubụr  

baca juga:

Artinya: Maka apakah dia tidak mengetahui apabila dibangkitkan apa yang ada di dalam kubur.

Apa di atas sejatinya memberi pemahaman kepada kita bahwa kematian bukan akhir dari segalanya. Kematian seseorang tidak berarti perjalanan kehidupannya telah selesai sama sekali dan kemudian tidak akan ada lagi fase berikutnya atau yang disebut dengan alam barzakh.

Ustad Adi Hidayat atau yang lebih akrab disapa UAH mengatakan, bagi insan yang beriman mutlak harus meyakini alam barzah. Dengan yakin tanpa ragu tersebut, maka hikmah akan menuntut umat Islam untuk meyakini.

"Jadi saya ingin menggambarkan pertama, dasar keyakinan dulu. Insan yang beriman itu bedanya dengan yang imannya lemah atau tidak beriman sama sekali, atau yang belum beriman dia memulai dengan imannya untuk meyakini dulu," ujar UAH seperti dikutip dari YouTube Adi Hidayat Official, Sabtu, (22/1/2022).

Kemudian terkait dengan alam akhirat, alam kubur dan alam dunia, menurut UAH semuanya memiliki aturannya masing-masing. Seperti orang yang hidup di dunia, tapi dirinya merasa tersiksa. Entah karena tidurnya tidak nyenyak atau segala keresahan yang menyelimutinya.

"Yang gelisah itu kan karena tidak ada solusi, karena hatinya kurang lapang, maka setiap ada persoalan akan tersiksa, ada sebabnya kan," ucap UAH.

Atau kepada orang yang sakit yang membuat dirinya tersiksa. Pasti ada sebab dibalik itu semua. Misalnya karena sepanjang hidup, dia memakan makanan yang tidak menyehatkan atau meminum minuman yang tidak baik untuk dikonsumsi.

"Karena itulah kita belajar di dunia ini supaya tidak terlibat pada persoalan yang membuat kita tersiksa. Jangan sampai terlibat pada perbuatan buruk, sehingga tersiksa karena gelisah," kata UAH.

Orang yang korupsi, kata UAH akan tersiksa hidupnya, karena berpikir terus, takut ketahuan, takut ditangkap. Selain itu, oang yang selingkuh, karena takut diketahui, maka hidupnya juga akan tersiksa.

Karena itu, UAH berpesan kepada umat selagi masih diberi kesempatan hidup di dunia, maka belajar untuk melakukan sesuatu yang baik. Sehingga jangan mencela orang lain, jangan membuat hoaks, itu hukum di dunia, artinya ada sebab akibat.

Begitu juga dengan alam kubur yang menurut UAh memiliki hukumnya sendiri. Jika seorang yang mengerjakan keburukan saat di dunia, maka di akhirat akan mendapat keburukan di akhirat. 

"Kalau ada mengerjakan dunia baik, alam kubur akan baik, itu ada hukum," sebut UAH.

"Jadi apa yang dibawa di alam kubur itu yang kita kerjakan saat di dunia. Kalau bekalnya saleh, nikmat alam kuburnya, itu konsekuensinya," imbuh UAH. []