Rahmah

UAH Beberkan Beberapa Keutamaan Surat Ad-Dhuha, Salah Satunya untuk Mengatasi Masalah yang Bertubi-tubi

Dalam Surah ini, menurut UAH, Allah SWT ingin mengentaskan segala kesedihan-kesedihan yang dialami oleh Rasulullah SAW.


UAH Beberkan Beberapa Keutamaan Surat Ad-Dhuha, Salah Satunya untuk Mengatasi Masalah yang Bertubi-tubi
Ustaz Adi Hidayat (UAH) (Telisik.id)

AKURAT.CO  Ustaz Adi Hidayat atau biasa dipanggil UAH, mengatakan bahwa Rasulullah SAW dalam mengemban misi dakwah Islam mendapat beberapa tantangan dari masyarakat setempat. Bahkan tidak sedikit Rasulullah SAW mendapat tuduhan serta serangan-serangan verbal maupun gangguan fisik.

"Bahkan dalam suatu kesempatan, ada yang menuduh Nabi Muhammad telah ditinggalkan oleh Allah SWT karena ada fase penurunan Wahyu yang belum turun pada saat itu," ujar UAH sebagaimana Akurat.co melansir dari kanal youtube Adi Hidayat Official yang diunggah pada 8 Agustus 2021.

Dengan begitu, lanjut UAH menjelaskan bahwa Allah SWT menurunkan dua sekaligus. Di mana dengan Surah ini, Allah SWT ingin mengentaskan segala kesedihan-kesedihan yang dialami oleh Rasulullah SAW, sekaligus memberi hikmah kepada umat Muslim untuk keluar dari masa-masa sulit dan juga mendapatkan ketenangan jiwa. Salah satu Surat tersebut adalah Surah Ad-Dhuha.

وَالضُّحٰىۙ

Artinya: "Demi waktu dhuha (ketika matahari naik sepenggalah),

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ 

Artinya: "dan demi malam apabila telah sunyi,"

Menurut UAH, dua ayat ini menggambarkan dua suasana yang saling berlawanan. Satu, suasana suka yang dilukiskan dalam waktu Dhuha. Dua, suasana duka yang sering digambarkan dalam suasana gelap gulita.

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ 

Artinya: "Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu," 

Ustaz Adi Hidayat atau yang lebih akrab dipanggil UAS itu menyampaikan dalam keadaan nyaman seperti dulu ataupun dalam kondisi bimbang seperti sekarang, Allah SWT tidak akan pernah meninggalkanmu. UAH mengatakan jika orang-orang yang sudah dekat dengan Allah SWT, maka Allah SWT akan menjaganya baik dalam keadaan yang tenang dan nyaman ataupun dalam pada saat mengalami kesulitan yang luar biasa.

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ 

Artinya: 'Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan),"  

UAH menyebut jika seseorang telah tabah dan sabar menerima cobaan dalam hidupnya, maka Allah SWT akan menunjukkan jalan keluar bagi mereka. Karena kehidupan manusia masih panjang, masih panjang dalam berdakwah, masih banyak tugas dan misi yang harus dikerjakan. Jika manusia belum bersabar dengan keadaan yang sekarang, bagaimana nanti di masa depan.

"Jangankan yang seperti ini, masalah pekat yang paling hebat pun kamu akan hadapi, yang membuat kamu sedemikian sulit dari ini, yakinkan pada jiwamu bahwa tidak akan pernah meninggalkan Allah SWT," kata UAH.

UAH menambahkan, jika seseorang menggantungkan hidup kepada Allah SWT, mereka sudah bersandar dengan baik kepada Allah SWT, maka Allah SWT tidak akan pernah meninggalkan anda dalam setiap kehidupan. 

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ 

Artinya: "Dan sungguh, kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, sehingga engkau menjadi puas,".

UAS menjelaskan, seseorang yang memiliki keinginan dengan dibarengi niat dan berdoa kepada Allah SWT, maka Allah SWT akan berikan kepada mereka sesuatu yang paling indah. 

اَلَمۡ يَجِدۡكَ يَتِيۡمًا فَاٰوٰى

Artinya: "Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(mu)," 

UAS menyebut Allah SAW akan memberikan solusi atas segala macam kesulitan yang dihadapi manusia.

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ 

Artinya: "dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk,"

Dalam ayat ini, UAH mengatakan bahwa Allah SWT akan memberikan petunjuk dalam mengatasi kesulitan-kesulitan yang dulu maupun sekarang.

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ 

Artinya: "dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan,"

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ  

Artinya: "Maka terhadap anak yatim janganlah engkau berlaku sewenang-wenang,"

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ 

Artinya: "Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya),"

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ 

Artinya: "Dan terhadap nikmat Tuhanmu hendaklah engkau nyatakan (dengan bersyukur).

"Allah berikan pelajaran yang saja besar dalam Surah ini. Pesan yang penting kita dapatkan atas segala persoalan, yakinkan diri kita bahwa Allah SWT akan memberikan solusi," pungkas UAH. []