Tech

Twitter Enggan Wujudkan Tweet yang Bisa Diedit


Twitter Enggan Wujudkan Tweet yang Bisa Diedit
Twitter meningkatkan upaya mencegah penyalahgunaan pada platformnya (AP)

AKURAT.CO, Opsi untuk mengedit tweet telah menjadi salah satu fitur yang paling banyak diminta sejak Twitter diluncurkan lebih dari satu dekade lalu. Namun menurut CEO perusahaan, Jack Dorsey, hal itu mungkin tidak akan pernah terjadi.

Dirinya yang ikut mendirikan Twitter pada tahun 2006, mengonfirmasi dalam wawancara video dengan Wired di mana ia menjawab pertanyaan pengguna tentang layanan tersebut.

Satu pertanyaan muncul dengan bertanya: 'Ayo @Twitter, bisakah kita mendapatkan tombol sunting pada tahun 2020?', Dorsey menjawab, 'Jawabannya adalah tidak.'

Miliarder itu melanjutkan dengan menjelaskan bahwa tidak ada tombol edit karena asal Twitter sebagai layanan pesan teks.

"Kami memulai sebagai layanan pesan teks SMS. Jadi seperti yang Anda semua tahu, ketika Anda mengirim teks, Anda tidak dapat benar-benar mengambilnya kembali. Kami ingin mempertahankan itu sejak awal," ujar Dorsey melansir Metro, Kamis (16/1/2020).

Dirinya kemudian menguraikan beberapa masalah lain yang mungkin muncul jika memungkinkan jutaan pengguna Twitter mengedit tweet mereka.

"Anda mungkin mengirim tweet dan kemudian seseorang mungkin me-retweet itu, dan satu jam kemudian Anda benar-benar mengubah isi tweet itu," tukas Dorsey.

"Kemudian orang yang me-retweet tweet asli sekarang me-retweet dan menyiarkan ulang sesuatu yang sama sekali berbeda," tambahnya.

Dorsey mengakui bahwa perusahaan telah memikirkannya, dan bahwa yang paling dekat dengan solusi adalah jendela waktu di mana seseorang dapat mengedit tweet mereka. Menurutnya, banyak orang menginginkannya untuk memperbaiki kesalahan ejaan cepat, tautan rusak atau yang lainnya.

"Kami telah mempertimbangkan jendela satu menit atau jendela 30 detik untuk memperbaiki sesuatu. Tetapi itu juga berarti bahwa kami harus menunda mengirimkan tweet itu, karena begitu itu keluar, orang melihatnya," pungkas Dorsey.