News

Tutup Usia, 5 Fakta Penting Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto

Tutup Usia, 5 Fakta Penting Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto
Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU, KH Agus Sunyoto (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PBNU KH Agus Sunyoto, dikabarkan meninggal dunia hari ini Selasa (27/4). Dilansir dari laman resmi nu.or.id, KH Agus Sunyoto mengembuskan napas terakhirnya Selasa pagi di Rumah Sakit Angkatan Laut dr Ramelan Surabaya, Jawa Timur.

Kabar duka tersebut juga telah disampaikan langsung oleh akun Twitter resmi Nahdlatul Ulama (NU), @nahdlatululama.

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta penting KH Agus Sunyoto.

1. Tempuh pendidikan di Jawa Timur

KH Agus Sunyoto merupakan pria kelahiran Surabaya, Jawa Timur pada 21 Agustus 1959. Setelah lulus dari SMAN IX Surabaya, ia lantas melanjutkan pendidikan di jurusan Fakultas Keguruan Sastra dan Seni di Universitas Negeri Surabaya. Ia kemudian berhasil menyelesaikan studinya tahun 1985.

Terakhir, KH Agus Sunyoto kembali menempuh pendidikan di progam magister urusan Pendidikan Luar Sekolah di Universitas Negeri Malang. Ia pun berhasil lulus pada tahun 1989.

2. Jadi Ketua Lesbumi PBNU

Semasa hidupnya, KH Agus Sunyoto dikenal sebagai salah satu tokoh NU yang terkenal. Pada tahun 2015, ia dipercaya untuk menjadi Ketua Lesbumi PBNU. Untuk diketahui, Lesbumi sendiri merupakan perangkat departementasi NU yang bertugas di bidang pengembangan seni dan budaya.

3. Karya tulis

Sepanjang perjalanan kariernya, KH Agus Sunyoto telah menerbitkan sejumlah karya seni. Termasuk salah satu karyanya yang paling fenomenal yakni buku berjudul 'Atlas Wali Songo'. Di mana, buku terbitan tahun 2012 tersebut mengisahkan proses penyebaran agama Islam di berbagai daerah Tanah Air.

4. Raih penghargaan

Pada tahun 2014, KH Agus Sunyoto meraih penghargaan Asrul Sani Award kategori Penulis Kreatif. Penghargaan tersebut diberikan oleh NU Online bersama Lesbumi kepada sejumlah tokoh budayawan dan seniman pada Pidato Kebudayaan tahun 2014.