Rahmah

Tutup Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI, Menag Yaqut Sebut Ulama dan Umara Miliki Relasi  Merawat Bangsa

Menag Yaqut berharap, keputusan-keputusan yang telah dihasilkan dalam Ijtima' Ulama MUI ini dapat memberikan manfaat bagi umat.


Tutup Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI, Menag Yaqut Sebut Ulama dan Umara Miliki Relasi  Merawat Bangsa
Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qaumas (YouTube OFFICIAL MUITV)

AKURAT.CO  Menteri Agama (Menag) RI Yaqut Cholil Qaumas secara resmi menutup kegiatan Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ke-7, Kamis, (11/11/2021) di Hotel Sultan, Jakarta.

Dalam kesempatan ini, Menag Yaqut berharap, keputusan-keputusan yang telah dihasilkan dalam Ijtima' Ulama MUI ini dapat bermanfaat bagi umat. Bukan hanya kepada pribadi, tetapi juga membawa maslahat untuk umat, bangsa dan negara.

Lebih lanjut lagi, Menag Yaqut menyampaikan, Ijtima' Ulama Komisi Fatwa MUI ini merupakan tradisi keislaman yang sangat positif bagi bangsa Indonesia. Ia menegaskan, bahwa memang bangsa ndonesia bukanlah negara agama, tetapi seluruh prilaku kehidupan masyarakat dalam berbangsa dan bernegara tentu saja selalu diwarnai dengan nilai-nilai keagamaan.

"Tentu apa yang dilaksanakan Komisi Fatwa MUI selama tiga hari ini, tidak lain tujuannya untuk merawat pengembangan keilmuan keagamaan dan penyelesaian masalah keumatan yang berbasis pada kajian sosial keagamaan," ujar Menag Yaqut.

Menag Yaqut menambahkan, masalah keumatan akhir-akhir ini terus berkembang dan menjadi semakin kompleks sehingga memerlukan solusi-solusi keagamaan yang tidak biasa. Tentu saja dengan solusi keagamaan yang lebih progresif dan tentu memiliki wawasan dan perspektif ke depan serta mampu memprediksi apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

"Apalagi masalah-masalah ini masuk ke dalam ranah ijtihadiah yang menjadi domain para ulama. Dan MUI tentu memiliki kapasitas untuk menyelenggarakan acara ini," ucap Menag Yaqut.

Selain itu, Menag Yaqut menyebut, MUI dituntut untuk memberikan solusi-solusi agar keberagamaan dan keberagaman umat tidak mengalami stagnasi yang dapat mengancam masa depan umat. Apalagi di era sekarang yiatu umat sedang menghadapi tantangan yang serius.

"Dalam posisi ini ulama saya kira menjadi bagian penting dari proses pembangunan nasional dan sudah tepat jika MUI secara berkala menjalankan Ijtima' Ulama ini," jelas Menag Yaqut.

Lebih jauh, Menag Yaqut bersyukur dengan kehadiran ulama yang menjadi anugerah bagi bangsa Indonesia. Di mana menurutnya, ulama dan pemimpin terus membangun, merawat dan terus mengembangkan masyarakat. Sehingga, relasi ulama dan umara yang terjalin sangat baik ini adalah faktor penting dalam merawat harmonisasi bangsa," []