Ekonomi

Turunkan Inflasi Adalah Prioritas Utama Bank Sentral AS

kenaikan suku bunga 75 basis poin bank sentral minggu lalu ke kisaran 1,5 persen -1,75 persen menempatkan kebijakan pada jalur cepat


Turunkan Inflasi Adalah Prioritas Utama Bank Sentral AS
The Fed (CNBC.com)

AKURAT.CO, Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly mengatakan menurunkan inflasi adalah prioritas nomor satu bank sentral AS saat ini, tetapi menaikkan suku bunga untuk melakukannya tidak mungkin memicu resesi. 

Melansir dari Reuters, Sabtu (26/6/2022), kenaikan suku bunga 75 basis poin bank sentral minggu lalu ke kisaran 1,5 persen -1,75 persen menempatkan kebijakan pada jalur cepat menuju netural pada akhir tahun. 

" Setelah itu, saya melihat pengetatan tambahan di luar netral sebagai kemungkinan langkah berikutnya. Persisnya seberapa tinggi suku bunga harus naik akan sangat bergantung pada faktor-faktor di luar kendali Fed," ucap Presiden Bank Federal Reserve San Francisco Mary Daly. 

baca juga:

Ia menjelaskan itu adalah poin yang juga ditekankan oleh Ketua Fed Jerome Powell karena sebagian besar inflasi saat ini berasal dari kenaikan biaya energi dan makanan terkait dengan perang Rusia di Ukraina, serta rantai pasokan yang berkelanjutan serta kendala pasokan tenaga kerja.

" Jika pasokan terus berkurang dan inflasi tetap tinggi, kita perlu berbuat lebih banyak. Jika kondisi membaik dan pasokan pulih, kita bisa berbuat lebih sedikit," jelasnya. 

Bagaimana pun juga, tambahnya, ekonomi kemungkinan akan melambat dan tingkat pengangguran kemungkinan akan naik dari level 3,6 persen saat ini.

Tapi menurutnya, itu tidak mungkin mengarah pada jenis resesi menyakitkan yang diikuti pada 1980-an, terakhir kali The Fed menaikkan suku bunga tajam untuk melawan inflasi yang tinggi, katanya.

"Biaya untuk menyesuaikan dengan suku bunga yang lebih tinggi dan pertumbuhan yang lebih lambat akan lebih lancar kali ini," ucapnya. 

Di sisi lain, sebagian karena ekspektasi inflasi jauh lebih baik, dan sebagian karena suku bunga yang lebih tinggi akan mendinginkan inflasi dengan mengurangi kelebihan permintaan barang dan tenaga kerja.