Rahmah

Turki Dilanda Kebakaran Dahsyat, Begini Doa Agar Selamat dari Kebakaran Menurut Ajaran Islam

Rasulullah mengajarkan kita berdoa agar selamat dari kebakaran


Turki Dilanda Kebakaran Dahsyat, Begini Doa Agar Selamat dari Kebakaran Menurut Ajaran Islam
Kebakaran di Turki (ISTIMEWA)

AKURAT.CO  Kebakaran hutan melanda negara Turki selama dua hari ini dan telah menyebar di beberapa titik. Ribuan pohon terbakar di wilayah tersebut hingga merenggut korban jiwa berjumlah tiga orang. 

Penyebab kebakaran menyebar lantaran cuaca panas dan angin kencang di sekitar kota Manavgat, 75 km timur kota Antalya dan desa-desa terdekat. Warganet kemudian beramai-ramai memberi dukungan terhadap Turki menggaungkan tagar #PrayForTurkey di Twitter, Jumat (30/7/2021).

Rasulullah mengajarkan kita berdoa agar selamat dari kebakaran. Berikut doanya:

Diriwayatkan Imam al-Nasai (shahih):   

عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ السُّلَمِيِّ هَكَذَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَدْمِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ التَّرَدِّي وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْغَرَقِ وَالْحَرِيقِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا   

Dari Abu al-Aswad al-Sulami, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa: “Allahumma innî a’ûdzu bika minal hadmi, wa a’ûdzu bika minat taraddi, wa a’ûdzu bika minal gharqi wal harîqi, wa a’ûdzu biki an yatakhabbathanîsy syaithânu ‘indal mauti, wa a’ûdzu bika an amûta fî sabîlika mudbiran, wa a’ûdzu bika an amûta ladîghan” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tertimpa reruntuhan. Aku berlindung kepada-Mu dari jatuh dari tempat yang tinggi. Aku berlindung kepada-Mu dari tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari bujuk rayu setan ketika (menjelang) kematian (sakaratul maut). Aku berlindung kepada-Mu dari mati di jalan-Mu dalam keadaan melarikan diri. Aku berlindung kepada-Mu dari mati karena sengatan binatang.” (Imam al-Nasa’i, Sunan al-Nasâ’i bi Syarh al-Hâfidz Jalâl al-Dîn al-Suyûthî wa Hâsyiyah al-Imâm al-Sindî, Beirut: Dar al-Ma’rifah, tt, juz 8, h. 678)

Doa di atas termasuk dalam kategori doa “isti’âdzah” (memohon perlindungan). Kalimatnya terdiri dari “a’ûdzu bika” yang berarti “aku berlindung kepada-Mu.” Dari sekian banyak permohonan perlindungan, “al-harîq” (kebakaran) termasuk di dalamnya. Artinya, doa ini memiliki cakupan yang luas; ada tertimpa reruntuhan, bencana longsor bisa masuk di sini; ada jatuh dari tempat yang tinggi, sehingga cocok untuk pemanjat tebing dan pendaki; ada tenggelam, dan lain sebagainya. 

Karena itu, doa ini bisa dibaca siapa saja, baik yang hendak melakukan kerja-kerja sosial seperti relawan bencana dan tim penyelamat, ataupun oleh para pecinta alam, atlet oleh raga, dan peneliti lapangan agar terselamatkan dari bencana-bencana yang tidak dikehendaki tersebut.   Kelebihan doa isti’âdzah adalah ia seperti benteng yang melindungi kita. Sebab, tidak jarang musibah atau bencana terjadi karena ulah manusia, baik karena kelalaian diri kita sendiri maupun perilaku buruk orang lain, misalnya kebakaran hutan, pencemaran air laut, pencemaran lingkungan hidup dan lain sebagainya. Dengan membaca doa ini, paling tidak ada kesadaran lain yang muncul dalam diri kita, jika kita sepenuh harap memohon perlindungan dari Allah, sudah sepantasnya kita juga jangan sampai menjadi penyebab musibah yang menimpa orang lain, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan hidup dan alam.

Semoga tidak ada lagi musibah kebakaran dan selalu dijauhkan dari segala bencana apapun. Amiin. []