Ekonomi

Tuntutan Menkeu Sri Mulyani ke Pegawai Baru, Agar Kerja Cepat dan Cermat

Menkeu Sri Mulyani menegaskan biasakan untuk bekerja secara cepat, cermat dan terus beradaptasi karena kita sedang dihadapkan pada ketidakpastian


Tuntutan Menkeu Sri Mulyani ke Pegawai Baru, Agar Kerja Cepat dan Cermat
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat memberikan penjelasan di Gedung Juanda I, Kemenkeu, Jakarta Pusat, Senin (5/6). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati melantik 2 Pejabat Pimpinan Tinggi Madya, 23 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, 102 Pejabat Administrator, dan 10 Pejabat Fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam pelantikan ini, Menkeu juga menyaksikan serah terima jabatan Inspektur Jenderal dari Sumiyati kepada Awan Nurmawan Nuh.

Menkeu Sri Mulyani menegaskan bahwa pelantikan hari ini melibatkan pejabat yang berasal dari Sekretariat Jenderal, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara baik yang mengalami rotasi maupun promosi.

Namun, Menkeu Sri Mulyani mengingatkan sebagai pejabat pengelola keuangan negara yang bekerja di Kemenkeu, di mana pun bertugas adalah sama pentingnya karena keuangan negara adalah instrumen yang luar biasa penting dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Biasakan untuk bekerja secara cepat, cermat dan terus beradaptasi karena kita sedang dihadapkan pada ketidakpastian. Suatu musuh bersama yang tidak terlihat kasat mata, tapi dampaknya sangat terasa,” kata Menkeu dikutip dari keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Menkeu Sri Mulyani juga meminta semua pejabat yang dilantik dapat menjadi teladan, serta menjaga dan saling peduli dengan anggota tim.

“Tunjukkan perhatian yang mendalam kepada tim anda, jaga terus komunikasi agar anda dan jajaran saling menjaga dan saling peduli. Anda juga harus menjadi contoh dalam bekerja dan melayani masyarakat, bahwa meskipun kondisi pandemi sangat menghimpit. Namun kita tetap mencoba hadir memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat yang membutuhkan kehadiran pemerintah,” jelas Menkeu.

APBN sebagai instrumen yang luar biasa penting akan selalu hadir, bekerja keras dan bekerja cepat dalam melindungi masyarakat. Namun, terkadang bahasa teknis dalam APBN menjadikan masyarakat kurang memahaminya.

Oleh karena itu, para pejabat di Kemenkeu dapat mengisi ruang publik dan menyampaikan kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami.

“Pejabat Kementerian Keuangan mampu menjelaskan apa yang anda lakukan, apa manfaatnya untuk publik? Mengapa kita melakukan sesuatu? jelaskan itu kepada anak buah anda dan juga kepada masyarakat, gunakan bahasa yang mudah. Isi ruang publik dengan penjelasan yang sederhana namun yang mengena yang bisa dipahami karena masyarakat membutuhkannya,” tegas Menkeu.