News

Tunggu Persetujuan Kongres, AS Ingin Naikkan Kuota Penerimaan Pengungsi jadi 125 Ribu Orang

Di saat bersamaan, 40 ribu orang Afganistan telah dibawa ke AS untuk menyelamatkan diri dari rezim Taliban.


Tunggu Persetujuan Kongres, AS Ingin Naikkan Kuota Penerimaan Pengungsi jadi 125 Ribu Orang
Rencana kenaikan kuota penerimaan pengungsi di AS diumumkan bersamaan dengan datangnya ribuan warga Afganistan yang melarikan diri dari rezim Taliban. (Foto: Associated Press) ()

AKURAT.CO, Pemerintahan Joe Biden telah mengisyaratkan rencana untuk menggandakan kuota penerimaan pengungsi di Amerika Serikat (AS) untuk tahun anggaran berikutnya. Rencana ini menegaskan lagi komitmennya untuk meningkatkan program pemukiman kembali yang dilenyapkan oleh mantan Presiden Donald Trump.

Menurut pengumuman Departemen Luar Negeri pada Senin (20/9), pemerintah mengirim laporan ke Kongres yang merekomendasikan agar kuotanya dinaikkan dari 62.500 menjadi 125 ribu pada tahun anggaran berikutnya. Periode tersebut dimulai pada 1 Oktober 2021.

"Karena dunia menghadapi pengungsian global dan kebutuhan kemanusiaan yang belum pernah terjadi sebelumnya, AS berkomitmen untuk memimpin upaya dalam memberikan perlindungan dan mempromosikan solusi jangka panjang terhadap krisis kemanusiaan, termasuk menyediakan pemukiman kembali bagi golongan paling rentan," tutur juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price, dilansir dari Al Jazeera.

Rencana ini diumumkan ketika Washington ingin memukimkan kembali ribuan warga Afganistan yang melarikan diri dari negara mereka setelah pengambilalihan Taliban bulan lalu. Sebanyak 40 ribu warga Afganistan telah dibawa ke AS dengan status yang berbeda-beda. Namun, tidak jelas berapa banyak yang akan diterima secara resmi sesuai sistem pengungsi.

Biden menuai kritik awal tahun ini setelah ia menunda janji untuk menaikkan kuota penerimaan tahun 2021 dari level terendah bersejarah yang ditetapkan oleh pendahulunya, Trump, pada angka 15 ribu. Namun, pada bulan Mei, pemerintah Biden menaikkan kuotanya menjadi 62.500.

Untuk menaikkan kuota tahun 2021, Biden mengakui sulitnya memukimkan kembali jumlah maksimum orang yang akan diizinkan. Ia juga tak banyak berekspektasi untuk tahun anggaran berikutnya dengan alasan sulit mencapai kuota 125 ribu.

"Kita mungkin tidak akan mewujudkannya di tahun pertama. Namun, kami akan menggunakan setiap sarana yang tersedia untuk membantu para pengungsi yang melarikan diri dari situasi mengerikan di negara asal mereka," tekad Biden pada bulan Mei.

Presiden menetapkan batas pengungsi. Namun, Kongres bertanggung jawab mengalokasikan anggaran untuk sumber daya program pemukiman kembali. Pada Senin (20/9), Departemen Luar Negeri mengatakan akan berkonsultasi dengan anggota parlemen tentang batas pengungsi yang diusulkan. []