Ekonomi

Tunggakan Pajak Rp213 Triliun, Elon Musk Mau Lepas Saham Tesla!

Kabar menghebohkan kembali datang dari CEO Tesla Elon Musk


Tunggakan Pajak Rp213 Triliun, Elon Musk Mau Lepas Saham Tesla!
Dalam file foto tanggal 9 Maret 2020 ini, CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk sedang berbicara di SATELLITE Conference and Exhibition di Washington (AP Photo/Susan Walsh)

AKURAT.CO Kabar menghebohkan kembali datang dari CEO Tesla Elon Musk. Elon Musk  yang masih tetap bertahta pada posisi orang terkaya nomor 1 di dunia ini disinyalir memiliki masalah tanggungan pajak.

Pasalnya, Elon Musk yang memiliki kekayaan nyaris menyentuh US$300 miliar (Rp4.260 triliun) ini, memiliki tagihan pajak lebih dari US$15 miliar (Rp213 triliun). Dirinya pun tampak akan menjual 10 persen saham Tesla.

Bahkan Elon Musk sempat bertanya kepada 62,7 juta pengikut Twitternya soal rencana kemungkinan untuk melepas saham Tesla.

“Banyak yang dibuat akhir-akhir ini dari keuntungan yang belum direalisasi sebagai sarana penghindaran pajak, jadi saya mengusulkan untuk menjual 10 persen saham Tesla saya,” tweetnya sebagaimana dikutip dari CNBC International di Jakarta, Senin (8/11/21).

CEO Tesla tersebut mengatakan dia akan mematuhi hasil jajak pendapat ini, apa pun jalannya. Hasilnya 58 persen mendukung penjualan dan 42 persen menentang, sehingga dia akan menjual saham.

Sebagaimana diketahui, Elon Musk dianugerahi opsi saham pada 2012 sebagai bagian dari rencana kompensasi.

Karena dia tidak mengambil gaji atau bonus tunai, kekayaannya berasal dari penghargaan saham dan keuntungan harga saham Tesla. Penghargaan 2012 adalah untuk 22,8 juta saham dengan harga kesepakatan US$6,24 per saham. Saham Tesla ditutup pada US$1,222,09 pada hari Jumat, yang berarti keuntungannya pada total saham hanya di bawah US$28 miliar (Rp399 triliun), melansir warta ekonomi.

Perusahaan baru-baru ini mengungkap bahwa Elon Musk telah mengambil pinjaman menggunakan sahamnya sebagai jaminan. Dengan penjualan, Elon Musk mungkin ingin membayar kembali sebagian dari kewajiban pinjaman tersebut.

Adapun opsi saham akan berakhir pada Agustus tahun depan. Namun untuk menjalankannya, Elon Musk harus membayar pajak penghasilan atas keuntungan tersebut. Karena opsi dikenakan pajak sebagai imbalan atau kompensasi karyawan, opsi tersebut akan dikenakan pajak pada tingkat pendapatan biasa teratas, atau 37 persen ditambah pajak investasi bersih 3,8 persen.

Selain itu, Elon Musk juga harus membayar tarif pajak tertinggi 13,3 persen di California sejak opsi diberikan dan sebagian besar diperoleh saat dia menjadi wajib pajak California.

Jika digabungkan, tarif pajak negara bagian dan federal akan menjadi 54,1 persen. Jadi total tagihan pajak atas opsinya, dengan harga saat ini akan menjadi US$15 miliar. Hingga kini, Elon Musk belum mengkonfirmasi ukuran tagihan pajak.

“Perhatikan, saya tidak mengambil gaji tunai atau bonus dari mana pun. Saya hanya punya stok, jadi satu-satunya cara bagi saya untuk membayar pajak secara pribadi adalah dengan menjual saham,” cuit Elon Musk di Twitter.[]

Lihat Sumber Artikel di Warta Ekonomi Disclaimer: Artikel ini adalah kerja sama antara AkuratCo dengan Warta Ekonomi. Hal yang berkaitan dengan tulisan, foto, video, grafis, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab dari Warta Ekonomi.