News

Tunggakan Pajak Kendaraan Mewah di Jakarta Barat Mencapai Rp7 Miliar


Tunggakan Pajak Kendaraan Mewah di Jakarta Barat Mencapai Rp7 Miliar
Petugas gabungan Polantas Polda Metro Jaya dan Samsat melakukan operasi pengesahan STNK di Kalibata, Jakarta, Senin (19/11/2018). Operasi pengesahan STNK tersebut dilakukan guna melakukan razia terhadap kendaraan bermotor karena saat ini telah tercatat sekitar 4 juta kendaraan belum membayar pajak. (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO, Unit Pelayanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Jakarta Barat mencatat, di wilayah hukumnya ada sebanyak 2.190 kendaraan mewah. Dari sebanyak itu, sekitar 228 kendaraan mewah menunggak pajak.

Kepala PKB dan BBNKB Joko Pujiyanto menjelaskan, total tunggakan ratusan kendaraan itu mencapai Rp7.719.094.500. Tentunya jika para penunggak pajak ini membayar maka target penerimaan pajak akan tercapai.

"Sedangkan untuk 1.805 kendaraan mewah di Jakarta Barat yang telah bayar pajak sebesar Rp 60.830.781.620," ujar dia saat dikonfirmasi Rabu (20/11/2019).

Saat ditanya apakah pemilik kendaraan mewah sebanyak 228 itu terdapat identitas publik figur atau pejabat, Joko enggan menyebutkannya karena hampir semua kendaraan penunggak pajak menggunakan identitas orang lain.

"Kalau saya rasa mereka gunakan identitas orang lain untuk menghindari pajak progresif saja. Seperti yang kemarin kita datangi alamat rumahnya di Jalan Mangga Besar IV, Tamansari, ternyata dia seorang kuli bangunan tapi tercatat di kami memiliki mobil Rolls Royce Phantom dan menunggak pajak Rp 167 juta," tegas dia.

Joko menambahkan, pihaknya sudah melakukan pemblokiran kepada 116 kendaraan mewah dengan nilai pajak Rp 4.407.950.150 dan 41 kendaraan yang dimutasi senilai Rp 1.498.818.500 karena menggunakan identitas orang lain.

Joko mengimbau kepada pemilik mobil mewah untuk segera membayar pajak sebelum tanggal (30/12/2019) karena ada keringan pembayaran sebesar 50 persen.

"Terhadap BBN kedua dan seterusnya, ada keringanan pokok sebesar 50 persen, termasuk kendaraan mewah," tandasnya.[]