Olahraga

Tundukkan Villareal, Carrick Layak Jadi Manajer MU?

Kalau bagus kenapa enggak dilanjutin aja sampai musim selanjutnya


Tundukkan Villareal, Carrick Layak Jadi Manajer MU?
Manajer Interim Manchester United, Michael Carrick (UEFA.Com)

AKURAT.CO Kemenangan Manchester United pada laga kontra Villareal mendapat sorotan dari banyak pihak. Tak terkecuali para mantan kompatriot Carrick yang dulu pernah berkostum Setan Merah.

Ada spekulasi yang menyebut bahwa Carrick punya kans yang sama untuk diteken sebagai manajer MU yang baru, dimana saat ini kursi panas itu masih kosong usai ditinggal Ole Gunnar Solskjaer.

Rio Ferdinand, eks penggawa MU yang pernah merumput bareng Carrick menilai bahwa kompatriotnya itu belum tentu dapat kesempatan untuk jadi manajer di Old Trafford.

Berdasarkan hasil laga kontra Villareal semalam, manajemen MU, menurut Ferdinand akan memakai jasa Carrick sebagai manajer hingga akhir musim ini. Itupun jika MU di bawah tangan dingin Carrick terbukti moncer dan punya performa yang stabil di semua laga.

Ferdinand menilai manajemen Setan Merah akan lebih memilih untuk menggaet pelatih yang punya jam terbang tinggi ketimbang meneken Carrick sebagai manajer.

"Saya tidak berpikir mereka (manajemen MU) akan memberikan (jabatan manajer) kepada Michael (Carrick). Satu hal yang pasti adalah bahwa mereka (kini) secara aktif sedang mencari seseorang untuk membawa kami (MU) lolos hingga akhir musim, kemudian mereka akan mencari orang lain lagi untuk masuk di akhir musim," kata Ferdinand dilansir dari Manchester Evening News.

Ferdinand menyebut bahwa spekulasi soal keinginan hirarki United yang sedang ngotot cari pengganti Ole, bisa jadi salah satu penyebab kenapa Carrick takkan punya kans untuk jadi Manajer MU sesungguhnya.

Terlebih, ada banyak nama yang kini masuk radar pencarian United, sebut saja Laurent Blanc, dan Mauricio Pochettino.

“Anda sedang melihat (spekulasi) Laurent Blanc, seseorang yang tidak akan bekerja penuh waktu. Seseorang seperti Pochettino yang ketika dia keluar dari kepelatihan ada rumor dia ingin datang ke Man United, dan tergantung pada bagaimana PSG melihatnya, kita harus menunggu dan melihat (sejauh mana spekulasi itu bisa terjadi)," imbuh Ferdinand.

Bagi Ferdinand, kosongnya kursi manajer di MU saat ini membuat pemilik klub rela merogoh kocek dalam-dalam, sepanjang sang calon manajer itu punya track record bagus dan bersedia merapat ke Old Trafford. Tak peduli ia agen bebas atau masih terikat kontrak dengan klub sekalipun.   

“Jika mereka menginginkan seorang manajer yang sedang bekerja, percakapan itu akan berlangsung sekarang.” tegas Ferdinand.

Senada dengan Ferdinand, Scholes yang juga alumni Mu menilai bahwa mantan timnya harus punya manajer terbaik yang punya kapasitas bagus dalam meracik strategi.

"Ini adalah Manchester United, mereka harus memiliki yang terbaik dan yang bertanggung jawab atas pekerjaannya," kata Scholes.

“Michael Carrick adalah seorang pelatih, dia baru menang di satu pertandingan, tapi dia belum punya pengalaman (jadi manajer) di tempat lain, dia tidak bisa (menjadi manajer penuh waktu)," ungkap Scholes.

Berbeda dengan keduanya, Hargreaves yang juga kompatriot Carrick di lini tengah MU pada masanya justru punya pendapat lain. Menurutnya, Carrick bisa saja mendapat jabatan Manajer di Setan Merah, dan ia layak duduk di kursi panas itu selama MU bisa terus menjaga clean sheet di sisa musim ini.

"Tidak ada yang bisa mengintervensi Carrick untuk mendapatkan jabatan manajer, karena toh penilaiannya adalah hasil pertandingan. Pada akhirnya mereka (manajemen MU) akan berpikir apakah (menjadikan Carrick sebagai manajer) itu hal yang benar untuk dilakukan atau tidak," kata Hargreaves.

"Tetapi jika Michael (Carrick) menjaga clean sheet dan MU terus naik ke posisi atas, maka mereka harus melihat dia, mereka harus mempertimbangkan itu," tukas Hargreaves.

Jika melihat statistik pertandingan adantara Villareal melawan MU-nya Carrick, tercatat bahwa Setan Merah menang penguasaan bola 51 persen. Banyak pihak menilai gaya main MU di bawah tangan dingin Carrick tidak indah tapi efektif untuk membungkam lawan.

Selain itu, Carrick yang selama ini berada di bawah kendali Ole mempelajari bagaimana meramu tim mewah yang dimiliki MU saat ini. Beberapa regulasi dengan memasukkan pemain muda, dan memberi kesempatan Juan Mata untuk tampil jadi ciri khas baru di kubu Setan Merah.

Sumber: Manchester Evening News