Lifestyle

Tukul Alami Pendarahan Otak, Ini Cara Pertolongan Pertama

Kondisi Tukul Arwana sudah mulai membaik


Tukul Alami Pendarahan Otak, Ini Cara Pertolongan Pertama
Tukul Arwana saat ditemui di Kawasan Tendean, Kamis (6/9) (AKURAT.CO/ Camelia Rosa)

AKURAT.CO, Tukul Arwana saat ini masih dirawat secara intensif di rumah sakit karena alami pendarahan di otak. Hal itu terjadi setelah Tukul menjalani operasi. 

Sang manajer, Rizky Kimun mengatakan sebelum dilarikan ke rumah sakit, Tukul mengalami gejala seperti lemas dan sakit kepala. 

"Seperti orang tersedak, kondisi lemah gitu saja, kayak lemas aja, keringat dingin keluar semua," kata manajer Tukul Arwana, Rizky Kimun saat ditemui di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (PON), Cawang, Jakarta Timur, Jumat (24/9/2021).

Rizky menjelaskan bahwa Tukul pada saat itu masih dalam keadaan sadarkan diri. Namun, dia sudah tidak bisa merespons atau menanggapi saat diajak bicara karena ada sakit luar biasa pada bagian kepala. 

"Sadar tetapi tidak respons. Beliau masih dalam kondisi sadar, masih 'ehem-ehem' seperti itu. Masih sadar," ujarnya. 

Melihat dari gejala pendarahan otak yang dialami Tukul dan berdasarkan survei dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) pada 2005, menunjukkan hanya 38 persen orang yang menemukan tanda-tanda atau gejala utama stroke, maupun pendarahan otak.

Sangat penting untuk melakukan tindakan yang cepat saat mendapati seseorang mungkin terkena serangan stroke atau mengalami pendarahan otak.

Saat seseorang mungkin mengalami pendarahan otak internal, stroke, waktu sangatlah penting.

Oleh karena itu, penting untuk segera menghubungi layanan darurat dan segera pergi ke rumah sakit. 

Stroke yang mungkin disebabkan pendarahan otak bagian dalam, akan menyebabkan seseorang kehilangan kesadaran atau kehilangan keseimbangan, sehingga bisa menyebabkan dia jatuh. 

Oleh sebab itu, sebelum melakukan pertolongan pertama pada orang yang mungkin mengalami pendarahan otak, maka penting untuk mengenali tanda-tandanya. 

Tanda-tanda pendarahan otak atau gejala stroke, tergantung pada tingkat keparahan stroke. Sebab, gejala mungkin tidak terlihat jelas atau tidak parah. 

Tanda-tanda peringatan stroke dan pendarahan otal menggunakan akronim FAST, yakni Face (wajah), Arms (lengan), Speech (Bicara) dan Time (waktu). 

Akronim tersebut merujuk pada tanda-tanda fisik yang dialami seseorang yang mengalami serangan stroke atau pendarahan otak, seperti yang diduga dialami komedian Tukul Arwana dan tanda-tanda ini haruslah dicermati sebelum dilakukan pertolongan pertama.

Apakah wajah tampak mati rasa atau terkulai di satu sisi, satu lengan mati rasa atau lebih lemah dari sisi lain atau apakah satu lengan tetap lebih rendah dari yang lain, ketika mencoba mengangkat kedua lengan.

Tanda lainnya, apakah orang tersebut berbicara dengan cadel atau kacau. Selanjutnya, jika semua tanda tersebut dialami, maka segeralah menghubungi layanan darurat.

Berikut pertolongan pertama pendarahan otak yang bisa dilakukan, seperti dilansir dari Healthline.

Hubungi layanan darurat

Jika mengalami gejala stroke atau pendarahan otak, mintalah pertolongan pada orang lain untuk menelpon ambulans.

Perhatikan posisi saat pasien dibaringkan

Jika kamu merawat orang yang mengalami stroke atau pendarahan otak, maka pastikan mereka berada dalam posisi yang aman dan nyaman. 

Sebaiknya, dibaringkan di satu sisi dengan kepala sedikit terangkat dan respons cepat saat mereka muntah.

Periksalah apakah mereka bernapas 

Jika mereka tidak bernapas, lakukan CPR. Namun, apabila mereka mengalami kesulitan bernapas, kendurkan pakaian yang menyempit, seperti dasi atau syal. 

Amati kondisi 

Amati perubahan kondisi pada orang yang mengalami pendarahan otak internal atau stroke dengan cermat.

Bersiaplah untuk memberi tahu operator darurat tentang gejala yang mereka alami. Pastikan untuk menyebut, jika orang tersebut jatuh atau kepalanya terbentur.[]