Ekonomi

Tugas dan Fungsi Luas, Mantan Pejabat OJK Minta Pansel OJK Lakukan Ini!

Firdaus Djaelani menegaskan agar pansel OJK melakukan konfirmasi apabila ada calon yang potensial namun mendapat masukan negatif dari masyarakat


Tugas dan Fungsi Luas, Mantan Pejabat OJK Minta Pansel OJK Lakukan Ini!
Ilustrasi - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (AKURAT.CO/Ryan)

AKURAT.CO Ekonom sekaligus Mantan Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2012-2017 Firdaus Djaelani menegaskan agar panitia seleksi (pansel) pemilihan calon anggota dewan komisioner OJK 2022-2027 secara tegas melakukan konfirmasi apabila ada calon yang potensial namun mendapat masukan negatif dari masayarakat.

Bahkan sebaiknya, kata Firdaus, jangan menanggapi masukan masyarakat tanpa nama. Sebab menurutnya masukan tersebut datang dari seorang pengecut. Dia mengingatkan, jangan sampai calon potensial yang bagus gugur karena ada masukan masyarakat yang tak bagus tapi didengar saja langsung tanpa diklarifikasi.

“Saya bilang ke teman-teman yang sekarang menjadi pansel, saya bilang kalau memang ada calon potensial tapi ada masukan dari masyarakat yang negatif tolong diklarifikasi karena kalau tidak jadi unsur fitnah,” ujarnya dalam diskusi virtual dengan tema Mengawal Pansel OJK, Mengawal Pengawasan Industri Jasa Keuangan, Selasa (25/1/2022).

baca juga:

Tak hanya itu, Firdaus juga meminta Pansel DK OJK mencari kandidat yang mampu memenuhi tugas pokok dan fungsi otoritas, serta memahami tantangan di industri keuangan saat ini bukan hanya sekedar kandidat yang merupakan orang titipan.

“ Misalnya ada ‘barang titipan’ tentunya tidak bisa langsung bekerja. Jadi memang harus dicari orang yang tahu benar tugas dan wewenang OJK kemudian memahami kondisi pasar baik sekarang maupun tantangan ke depan,” tuturnya.

Hal ini karena tugas dan fungsi OJK sangat luas mulai dari pengaturan, pengawasan, pemeriksaan hingga penyidikan dilakukan dalam satu lembaga.

“Orang pernah bilang dulu termasuk anggota DPR RI, tugas OJK ini ya fungsi, tugas dan wewenangnya luas sekali sampai penyidikan pun diambil. Penyidikan untuk tentunya ada pelanggaran di sektor keuangan jadi belum pernah ada lembaga seperti ini ya pengaturannya, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan itu yang membedakan barangkali OJK dengan pengawasan sebelumnya,” jelasnya.

Seperti diketahui, masa jabatan anggota dewan komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017–2022 akan segera berakhir pada tanggal 20 Juli 2022. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 145/P Tahun 2021 tentang Pembentukan Panitia Seleksi Pemilihan Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Periode 2022–2027 pada 24 Desember 2021, mencari pimpinan baru OJK.

Pendaftaran DK OJK periode 2022 - 2027 dibuka selama 12 hari kerja terhitung mulai 7 Januari 2022. Adapun pendaftaran ditutup pada 25 Januari 2022 pukul 23.59 WIB. Pendaftaran dilakukan secara daring di laman seleksidkojk.kemenkeu.go.id.[]