News

Tuding Novel Baswedan Lakukan Rekayasa, 5 Fakta Menarik Dewi Tanjung


Tuding Novel Baswedan Lakukan Rekayasa, 5 Fakta Menarik Dewi Tanjung
Politisi PDI Perjuangan, Dewi Tanjung (Antara)

AKURAT.CO, Baru-baru ini, penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, dilaporkan ke pihak kepolisian atas dugaan telah menyebarkan berita bohong atau hoaks. Laporan tersebut diajukan oleh salah satu politisi PDI-P, Dewi Tanjung.

Dalam laporannya, Dewi mengatakan bahwa kasus Novel merupakan sebuah rekayasa. Dilansir dari Antara, Dewi merasakan beberapa hal yang janggal dalam peristiwa tersebut, termasuk soal mata Novel yang mengalami kebutaan. Selain itu, Dewi juga sempat menyoroti bagian wajah Novel yang tidak terdapat bekas luka.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," ujar Dewi.

Lantas, seperti apa sosok Dewi Tanjung tersebut?

Dihimpun oleh AKURAT.CO dari berbagai sumber, berikut 5 fakta menarik Dewi Tanjung.

1. Mantan pemain sinetron

Tak hanya berkarier di dunia politik, perempuan kelahiran Padang, 15 Januari 1980, tersebut rupanya pernah bekerja di bidang seni. Berdasarkan penelusuran AKURAT.CO, Dewi rupanya sempat menjadi pemain sinetron di salah satu stasiun televisi swasta. Ia membintangi sebuah sinetron berjudul "Tangis Kehidupan Wanita".

2. Aktif di YouTube

Selain itu, kini Dewi juga aktif mengunggah berbagai video di kanal YouTube miliknya. Bahkan, di beberapa unggahannya, Dewi membuat video berupa sindirannya terhadap Novel Baswedan. Salah satunya adalah yang berjudul 'Dewi Tanjung Ultimatum Novel dan Buka Fakta Perban Novel saat Pertama Kena Air Keras".

3. Pernah laporkan Prabowo Subianto

Kasus pelaporan yang dilakukan oleh Dewi rupanya bukan pertama kali. Sebelumya, ia juga sempat melaporkan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, pada Mei 2019 lalu. Dalam laporannya, Dewi menuding Prabowo bersama Amien Rais, Fadli Zon, dan Fahri Hamzah, sebagai dalang pada kerusuhan yang terjadi di Bawaslu, Mei lalu. Namun, gugatan Dewi ditolak pihak kepolisian. Hal ini dikarenakan Prabowo yang pada saat itu mencalonkan diri sebagai calon presiden, sedang mengajukan gugatan Pilpres 2019 kepada Mahkamah Konstitusi.

4. Berseteru dengan Grace Natalie

Pada Mei 2019 lalu, politisi yang satu ini juga sempat berseteru dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie. Dewi, yang saat itu kecewa atas komentar Grace terhadap para partai koalisi yang mendukung Joko Widodo dan Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019, membuat video pernyataan lewat kanal YouTubenya.

Dalam videnya, Dewi mengutarakan kekecewaannya terhadap Grace yang menilai bahwa PDI-P merupakan partai nasionalis dan tidak paham terhadap Perda Syariah.

5. Gagal ke Senayan

Pada Pemilihan Legislatif 2019, Dewi diketahui sempat mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Raykat (DPR) RI, melalui fraksi PDI-P untuk daerah pemilihan V Jawa Barat. Namun, Dewi gagal duduk di kursi Senayan karena ia hanya meraih sebanyak 7.311 suara.

Itulah sederet fakta menarik mengenai Dewi Tanjung. []