News

Tuding Anies Terima Rumah dari Pengembang, Denny Siregar Dinilai Tak Profesional dalam Mengkritik

Taufik mengatakan tudingan Denny Siregar mudah sekali dipatahkan


Tuding Anies Terima Rumah dari Pengembang, Denny Siregar Dinilai Tak Profesional dalam Mengkritik
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai gerindra, M Taufik (AKURAT.CO/Yohanes Antonius)

AKURAT.CO Politisi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Taufik menyentil pegiat media sosial Denny Siregar yang menyebar isu tentang Gubernur Anies Baswedan telah menerima rumah mewah dari pengembang reklamasi. Rumah itu bahkan disebut berada di kawasan elit di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Taufik mengatakan tudingan Denny Siregar mudah sekali dipatahkan lantaran foto rumah mewah yang tersebar di sosial media itu disebut Taufik bukan menjadi selera Anies Baswedan. Rumah itu kata dia terlalu moderen sedangkan Anies Baswedan senang dengan rumah bernuansa klasik.

“Jadi saya kira yang melakukan itu menurut saya, pertama tidak profesional,” kata Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (24/5/2021).

Taufik menegaskan pihaknya sudah menelusuri keberadaan foto rumah mewah yang disebut-sebut diterima Anies Baswedan itu, kata dia lokasi rumah itu ada di Cipayung, Jakarta Timur.

Foto rumah itu, bahkan kata dia dipublikasikan di sejumlah situs jual beli online yang kemudian dicomot Denny Siregar.

“Kita sudah telusuri itu rumah yg mau dijual, yang diumumkan dimana-mana, di daerah Cipayung, Jakarta Timur. Bukan Kebayoran Baru,” tegasnya.

Lebih lanjut, Taufik menyebut isu gratifikasi yang dilempar Denny Siregar adalah fitnah yang ingin merusak nama baik Gubernur Anies Baswedan.

“Itu perbuatan jahat, tapi terlalu bodoh,” tandasnya.

Sekedar informasi, kasus reklamasi pantai utara Jakarta memang menjadi sorotan pada masa kepemimpinan Anies Baswedan. Setahun sejak memimpin Ibu Kota, dia mencabut sejumlah izin pembangunan pulau imitasi itu untuk memenuhi janji kampanye pada Pilkada DKI 2017 lalu.

Tiga pulau yang sudah terlanjur jadi yakni pulau C, D dan G resmi dinamai ulang lewat Keputusan Gubernur Nomor 1744 Tahun 2018. Pulau C diganti menjadi kawasan pantai Kita, kemudian lahan pulau D diganti menjadi kawasan pantai Maju dan Lahan G menjadi kawasan pantai Bersama. Anies bilang tiga pulau yang sudah dibangun itu bakal dibuka untuk publik Jakarta.

Lalu pada pertengahan 2020 lalu, publik Jakarta kembali dibikin heboh dengan perkara reklamasi, kali ini adalah reklamasi kawasan Ancol seluas 155 hektare. Namun Anies berdalih penimbunan laut menjadi daratan di kawasan Ancol itu berbeda dengan reklamasi yang ia tentang dulu.

Izin reklamasi untuk perluasan Taman Impian Jaya Ancol dan Dunia Fantasi itu tercantum dalam surat Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020.

"Yang terjadi di kawasan Ancol berbeda dengan reklamasi yang sudah kita hentikan seperti janji kita pada masa kampanye dulu," kata Anies.[]