Olahraga

Tuchel: Kami Ingin Bersabar tapi Kami tak Mau Tertidur

Kemenangan 4-0 Chelsea atas Juventus membalas kekalahan 0-1 di Turin, September lalu.


Tuchel: Kami Ingin Bersabar tapi Kami tak Mau Tertidur
Pelatih Chelsea, Tomas Tuchel. ( CHELSEA.COM)

AKURAT.CO, Chelsea sukses membalas kekalahan atas Juventus pada pertemuan kedua penyisihan Grup H Liga Champions 2021-2022. Ganti menjamu Juventus di Stadion Stamford Bridge di London, Inggris, Selasa (23/11) atau Rabu dini hari WIB, Chelsea menang 4-0 setelah kalah 0-1 di Turin 29 September lalu.

Pelatih Chelsea, Thomas Tuchel, mengaku meminta timnya untuk bermain sabar di awal laga mempertimbangkan kekalahan di Turin. Namun demikian, serangan mesti tetap berjalan dengan ketika peluang datang Trevoh Chalobah membuka keunggulan di menit ke-25.

“Penampilan yang sangat baik. Kami ingin tetap sabar tetapi kami tidak ingin tertidur. Tim tampil sangat baik, sulit untuk menciptakan peluang dan mencetak gol tetapi kami menciptakan cukup banyak,” ucap Tuchel usai laga sebagaimana dipetik dari The Guardian.

baca juga:

Selepas unggul 1-0 di 45 menit pertama, pesta The Blues–julukan Chelsea–berpuncak di babak kedua. Chelsea menambah tiga gol melalui Reece James di menit ke-55, Callum Hudson-Odoi di menit ke-58, dan ditutup oleh Timo Werner di menit ke 90+5.

“Kami semakin berbentuk, kami bahkan semakin menguasai, kami mengambil risiko di banyak area lapangan yang diperlukan untuk mengambil risiko,” ucap Tuchel. “Di Turin kami mengontrol tetapi tidak menusuk. (Di London) kami melakukan pekerjaan yang tidak terlihat sebagaimana kami sangat disiplin.”

Namun demikian, Tuchel menyebut kemenangan besar atas Juventus mengorbankan Ben Chilwell dan N’Golo Kante. Pelatih asal Jerman tersebut mengatakan bahwa Chilwell dan Kante mengalami cedera di lutut mereka.

Secara statistik Chelsea juga dominan dengan menciptakan delapan tembakan tepat sasaran berbanding satu yang dilakukan Chelsea. Tamu dari Italia juga kalah penguasaan bola dengan hanya bisa meraih 49 persen.

Kemenangan atas Juventus bukan sekadar balas dendam, namun juga kudeta puncak klasemen bagi Chelsea. Wakil Inggris sebenarnya meraih 12 angka yang sama dengan Juventus namun menang 4-0 membuat mereka unggul selisih gol.

Pun demikian, baik Chelsea dan Juventus sudah memastikan lolos ke fase gugur karena perolehan angka mereka sudah tidak lagi terkejar oleh Zenit St Petersburg dan Malmo yang berada di posisi ketiga dan keempat klasemen sementara grup H.[]