Lifestyle

Tuberkolosis Terabaikan di Pandemi, Indonesia Masuk Penyumbang Penderita Terbanyak Dunia

Tuberkolosis Terabaikan di Pandemi, Indonesia Masuk Penyumbang Penderita Terbanyak Dunia
Ilustrasi TBC (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Di tengah pandemi Covid-19, ditemukan fakta bahwa 1 juta orang di 23 negara diagnosis tuberkulosisi, namu minim perawatan.

Jumlah ini disumbangkan oleh sembilan negara dengan kasus TB terbanyak, yaitu Bangladesh, India, Indonesia, Myanmar, Pakistan, Filipina, Afrika Selatan, Tajikistan dan Ukraina. Kesembilan negara tersebut mengalami penurunan sebanyak 16-41 persen (rata-rata 23 persen) dan merepresentasikan 60 persen dari beban TB global.

Dr. Lucica Ditiu, Executive Director Stop TB Partnership pun mengatakan jika usaha selama 12 tahun untuk melawan tuberkulosis hilang begitu saja akibat virus corona.

baca juga:

"Dalam prosesnya, kita telah meletakkan hidup dan mata pencaharian jutaan orang dalam bahaya," ujar Lucica Ditiu di Jenewa, Swiss beberapa waktu lalu.

Sejak Covid-19 dinyatakan sebagai pandemi, semua alokasi dan fokus negara, termasukan pengalihan tenaga kesehatan, rumah sakit, alat pengujian hingga peralatan diagnosis lainnya diberikan untuk penanganan virus corona. Pelayanan terhadap penanganan TB juga banyak ditutup untuk mengurangi penularan Covid-19.

Ditiu mengakui bahwa Covid-19 merupakan penyebab kematian akibat penyakit menular paling banyak secara global. Lain halnya di negara-negara berkembang yang masih memiliki penghasilan rendah dan menengah. Angka kematian akibat TB tetap jauh lebih tinggi daripada Covid-19 di negara-negara tersebut.

Tak hanya itu saja, data di India dan Afrika Selatan menunjukkan jika risiko kematian meningkat tiga kali lipat pada orang yang terinfeksi Covid-19 dan TB, dibandingkan yang terinfeksi TB saja.

Melihat kondisi ini, Stop TB Partnership berharap negara tak hanya fokus pada Covid-19 tapi juga TB. Stop TB Partnership juga menyarankan untuk berinvestasi dalam beberapa hal, yaitu kontrol infeksi, pengujian dua arah dan tracing kontak komunitas atau jaringan masyarakat sipil dan layanan kesehatan primer sebagai titik masuk diagnosis, dan perluasan jaringan laboratorium untuk mendukung upaya terintergasi dalam melawan TB dan Covid-19.[]

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu