Lifestyle

Tua Bukan Berarti Sakit-sakitan, Yuk Raih Konsep Healthy Ageing

Tua bukan berarti sakit-sakitan dan tidak produktif. Namun, saat ini para lansia pun harus bisa hidup sehat atau yang dikenal dengan healthy ageing.


Tua Bukan Berarti Sakit-sakitan, Yuk Raih Konsep Healthy Ageing
Peluncuran Module Healthy Ageing hasil kolaborasi Danone bersama IMERI FKUI (ISTIMEWA)

AKURAT.CO, Periode lanjut usia memang rentan terkena penyakit. Memasuki usia senior atau lansia, terdapat perubahan fisiologis seperti penurunan fungsi tubuh, perubahan komposisi tubuh, hingga perubahan kebutuhan asupan gizi.

Jika kondisi ini tidak ditangani dengan baik, dapat muncul masalah kesehatan serius, seperti hipertensi, anemia, diabetes mellitus, penyakit jantung, arthritis, stroke, serta obesitas. Ditambah lagi, pola makan yang buruk dan kurangnya aktivitas fisik menyebabkan peningkatan prevalensi kondisi kronis di antara populasi lanjut usia.

Namun, usia tua bukan berarti sakit-sakitan dan tidak produktif. Ya, tetap sehat di usia tua kini dikenal dengan konsep healthy aging. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan healthy ageing sebagai proses pengembangan dan mempertahankan kemampuan fungsional atau kesehatan fisik, sosial dan mental. Ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup seiring bertambahnya usia serta membuat tetap sejahtera di usia yang lebih tua.

"Setiap lansia harus didorong untuk memiliki hidup yang panjang dan juga sehat, karena saat mulai mengalami penuaan, kelompok ini memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit kronis akibat penyakit tidak menular, serta meningkatnya kebutuhan mereka akan pelayanan kesehatan," jelas Dr. dr. Ray Basrowi, MKK., Medical & Scientific Affairs Director Danone Specialized Nutrition Indonesia dalam webinar, Rabu, (28/7/2021). 

Rau menjelaskan ada dua kunci penting untuk menjaga lansia tetap sehat dan produktif di usia tua, yaitu  asupan nutrisi dan dukungan edukasi tentang konsep healthy aging itu sendiri. Kedua faktor ini berperan untuk memastikan populasi dewasa muda Indonesia saat ini akan menjadi penduduk lanjut usia yang memiliki kualitas kesehatan yang baik serta tetap produktif di usia lanjut.

Sayangnya, lansia di Indonesia kurang memahami soal konsep healthy aging. Oleh sebab itu, Ray berharap profesi dokter umum mampu mengedukasi lansia tentang konsep ini. Profesi dokter umum dinilai tepat untuk mengedukasi soal healthy aging ini karena mereka dapat berinteraksi dan memberikan pelayanan kesehatan kepada populasi dewasa secara langsung.

"Dokter umum penting untuk dibekali dengan pengetahuan dan sikap yang memadai tentang penuaan yang sehat untuk memastikan kualitas layanan kesehatan di kalangan lansia," katanya.

Sayangnya, hasil penelitian tim science Nutricia berjudul General Practitioners’ Perspective towards Healthy Ageing In Indonesia yang dipublikasikan di Amerta nutrition menunjukkan sekitar 67 persen responden menunjukkan hasil yang kurang memadai dari segi pengetahuan tentang healthy aging, terutama tentang perubahan psikologis yang terjadi pada orang dewasa.

“Dari bukti-bukti yang ada, diketahui bahwa intervensi nutrisi dapat bermanfaat bagi orang dewasa untuk menjaga kekebalan dan kesehatannya yang cenderung mengalami penurunan. Namun, intervensi nutrisi rutin sebagai suplementasi belum menjadi rekomendasi dari kebanyakan dokter umum," jelas Dr. Ray.

Oleh sebab itu, Danone Indonesia turut melakukan berbagai upaya dalam mengedukasi dokter umum tentang proses penuaan yang sehat demi mendukung keberhasilan pencapaian penuaan sehat di Indonesia.

Salah satunya adalah dengan melakukan kolaborasi lintas sektor bersama IMERI FKUI melalui Modul Healthy Aging. Modul ini berisi materi pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan bagi dokter dan tenaga kesehatan untuk memberikan edukasi dan tata laksana pada pasien usia lanjut, khususnya berusia 45 tahun ke atas.

Dengan Modul Healthy Aging, Danone berharap dapat meningkatkan sikap dan praktik dokter umum dalam pelayanan kesehatan serta intervensi nutrisi bagi pasien dewasa sehingga konsep healthy aging bisa tercapai. 

Adapun di Indonesia, kelompok umur yang berusia 60 tahun ke atas (senior atau lansia) diperkirakan meningkat dari 10 persen pada tahun 2020 menjadi 18 persen dari total penduduk pada tahun 2040.

Sedangkan, penduduk pre-senior atau pra-lansia (45-60 tahun) juga diprediksi akan meningkat dari 10 persen pada tahun 2020 menjadi 17 persen pada tahun 2040.[]