Ekonomi

Trik Berhemat ala Anak Kos, Dijamin Enggak Bikin Kantong Kering!

Beberapa anak kosan mampu bertahan hidup dengan uang bulanan hanya Rp2 juta. Ini tips hemat agar anak kosan bisa bertahan dengan uang bulanan yang tipis.


Trik Berhemat ala Anak Kos, Dijamin Enggak Bikin Kantong Kering!
Ilustrasi tips kelola keuangan (Unsplash)

AKURAT.CO Anak kosan yang merantau memang sudah punya jalan hidup yang terbilang banyak tantangan tapi menyenangkan. Apalagi selama pandemi ini bagi mereka yang bekerja, tentu menjadi tantangan untuk berhemat karena penghasilan berkurang.

Di balik kisah para anak kosan yang keuangannya pas-pasan, sebenarnya ada hikmah yang bisa kita ambil dari cara mereka mengatur keuangan. Bahkan, beberapa anak kosan mampu mengatur keuangan dengan hanya menghabiskan kurang lebih Rp2 juta untuk bertahan hidup di ibu kota, Jakarta.

Berikut ini sejumlah tips hemat agar anak kosan bisa bertahan dengan uang bulanan yang tipis.

1. Buat daftar pengeluaran untuk sebulan
Bukan rahasia lagi anak kosan manapun wajib buat daftar pengeluaran agar bisa terus menghemat setiap bulannya.

Biasanya daftar pengeluaran tetap per bulan sudah wajib dibuat. Misalnya biaya bayar kosan, batas makan per hari, uang nongkrong, dan uang bensin agar pengeluaran bisa dikontrol.

2. Jatah uang yang kamu pegang per hari
Ini yang paling anti bagi anak kosan yaitu pegang uang kebanyakan, biasanya bisa habis sehari karena keasikan jajan atau nongkrong. Untuk itu, usahakan tentukan per hari hanya bawa uang seperlunya saja seperti makan dan transportasi, sisanya harus tetap bisa disimpan di rekening tabungan.

3. Cari tempat makan level murah
Bukan rahasia lagi tempat makan paling murah seperti warteg selalu didominasi oleh anak kosan. Tempat makan seperti warteg yang memiliki porsi kuli, tapi harga murah ini jadi pilihan utama anak kosan. Apalagi jika dalam keadaan keuangan menipis. Makan seperti di warteg biasanya hanya merogoh kocek Rp15 ribu. Artinya, jika ditotal untuk makan sehari, tidak lebih dari Rp50 ribu.

4. Kumpulkan uang receh
Uang receh memang terksan tidak begitu berharga kalau di awal bulan bagi anak kosan. Tetapi, di akhir bulan uang receh bisa diibaratkan harta karun yang digunakan saat kepepet.

Namun beberapa anak kosan sengaja mengumpulkan uang receh sebagai bagian dari menabung. Nantinya, uang-uang receh itu bisa ditukar ke uang pecahan kertas di minimarket atau warung kelontongan yang biasanya mau menerima penukaran.