News

Trending di Twitter, Video Penampakan Ngerinya Banjir Seoul!

Trending di Twitter, Video Penampakan Ngerinya Banjir Seoul!
Sejumlah kendaraan di distrik Gangnam terendam banjir saat Seoul diguyur hujan terderas sejak tahun 1942. (Twitter/cafetero7878 dan Twitter/x_coiner)

AKURAT.CO Curah hujan terbesar dalam 80 tahun telah mengguyur Seoul dan daerah sekitarnya. Akibatnya, 7 orang tewas dan 6 lainnya hilang. Rumah, kendaraan, gedung, dan stasiun kereta bawah tanah pun kebanjiran, menurut otoritas pada Selasa (9/8).

Tak sedikit warganet kemudian membagikan situasi banjir di ibu kota Korea Selatan tersebut. Salah satunya dari akun cafetero7878. Dalam unggahannya, terlihat banjir langsung menggenangi bagian dalam bus ketika pintu dibuka. Para penumpang yang turun di halte pun mau tak mau 'terjun' ke dalam genangan itu. Karena platform bus lebih tinggi, banjir di luar bus tentu lebih dalam. Dalam video itu, terlihat banjir di luar bus setinggi paha orang dewasa.

Sementara itu, akun ajimom97 membagikan situas banjir di sekitar stasiun Gangnam. Dalam videonya, terlihat genangan air setinggi pergelangan kaki. Beberapa orang terlihat berjalan menerjangnya, tetapi ada juga yang berdiri terpaku di depan bangunan.

Video mencengangkan juga diunggah oleh akun LoopyC3. Dalam video tersebut, terlihat tinggi air di kanal hampir mencapai badan jalan. Alirannya pun tampak sangat deras. Video ini direkam dari dalam kendaraan yang melaju di tengah guyuran badai.

Menurut laporan Yonhap, wilayah Seoul, kota pelabuhan barat Incheon, dan Provinsi Gyeonggi yang mengelilingi Seoul diguyur hujan deras lebih dari 100 mm per jam pada Senin (8/8) malam. Curah hujan per jam di distrik Dongjak, Seoul, bahkan melebihi 141,5 mm, curah hujan per jam tertinggi sejak 1942.

Akibatnya, 5 orang tewas dan 4 lainnya hilang di Seoul, sedangkan 2 orang tewas dan 2 lainnya hilang di Provinsi Gyeonggi.

Sementara itu, 9 orang mengalami luka-luka di Provinsi Gyeonggi dan 163 orang dari 107 rumah tangga di daerah ibu kota kehilangan tempat tinggal. Mereka mengungsi di sekolah dan fasilitas umum lainnya.

Hujan juga membuat banyak fasilitas umum lumpuh. Delapan kasus rel kereta api kebanjiran dilaporkan di Seoul, Incheon, dan tempat lainnya. Layanan pun ditangguhkan sementara di sejumlah wilayah dari beberapa jalur kereta api dan kereta bawah tanah, termasuk Jalur Kereta Bawah Tanah Seoul 4 dan Jalur Gyeongin.

Sekitar 80 bagian jalan negara, 3 jalan bawah tanah, dan 26 tempat parkir tepi sungai diblokir karena masalah keamanan. Sembilan belas rute feri penumpang juga belum beroperasi pada Selasa (9/8).

Kementerian dalam negeri pun meningkatkan status pengawasan kerusakan banjir dari 'waspada' menjadi 'serius' pada Selasa (9/8) pukul 01.00.

Hingga pukul 06.00, wilayah tengah dan wilayah lain di Korea Selatan diguyur hujan hingga 50 mm per jam. Akumulasi curah hujan di Dongjak mencapai 417 mm dari Senin (8/8) hingga Selasa (9/8) pukul 4 pagi.

Presiden Yoon Suk-yeol pun meminta otoritas untuk menangani situasi. Ia juga mendorong perusahaan dan kantor pemerintah agar menyesuaikan jam kerja bagi karyawan.

"Kemungkinan butuh waktu untuk memulihkan fasilitas transportasi umum yang rusak akibat banjir," ucapnya. []