Ekonomi

Tren Gowes Menurun, Seperti Apa Penjualan Sepeda Saat Ini?

Segmen sepeda lipat di bawah Rp10 juta kini mengalami penurunan harga.


Tren Gowes Menurun, Seperti Apa Penjualan Sepeda Saat Ini?
Warga bersepeda di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (1/6/2021). (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO Booming sepeda sekarang mulai menurun. Harga sepeda di bawah Rp10 juta kini kian lesu penjualannya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Sepeda Indonesia (Apsindo) Eko Wibowo Utomo mengatakan segmen sepeda lipat di bawah Rp10 juta kini mengalami penurunan harga dari 20 sampai 30 persen.

"Demand besar tahun lalu mulai menurun, ini dimulai sejak awal tahun lalu," ucapnya saat dihubungi Akurat.co, Jakarta, Senin (14/6/2021).

Ia mengatakan, penurunan harga juga terjadi oversupply di segmen sepeda lipat sehingga membuat harga turun. 

Eko mengatakan oversupply terjadi sejak awal tahun 2021, di mana banyak impor sepeda tertahan pada Oktober 2020 untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi pada saat itu. Namun semenjak memasuki tahun 2021 minat bersepeda masyarakat berkurang akibatnya segmen sepeda lipat kini harganya turun.

"Selain itu faktor ekonomi juga karena pandemi ternyata masih ada, jadi demand menurun. Memang masih ada demand, cuma memang untuk musiman seperti tahun lalu berkurang," katanya.

Meski demikian, kata dia, untuk segmen sepeda kelas atas yang harganya puluhan juta hingga ratusan juta Rupiah justru mengalami kenaikan karena keterbatasan stok.

Untuk segmen atas sendiri, Eko mengatakan permintaannya masih tinggi, hanya saja stok berkurang karena masalah kenaikan harga baja internasional.

"Tapi barang branded, atau untuk hobbyist ini masih tinggi permintaannya, cuma stok sangat kesulitan kabarnya karena kenaikan bahan baku baja," ucapnya. []

Dhera Arizona Pratiwi

https://akurat.co