Lifestyle

Tren Fashion Indonesia 2021-2022 Versi Kemenparekraf

Kemenparekraf baru saja meluncurkan hasil riset fashionnya yang bertajuk Trend Forecast 2021/2022.


Tren Fashion Indonesia 2021-2022 Versi Kemenparekraf
Penari mengenakan pakaian tradisional batik dalam pergelaran fashion show di Grand Smesco Hills Cisarua, Bogor, Minggu (11/04/2021). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO, Deputi Kebijakan Strategis dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) baru saja meluncurkan hasil risetnya yang bertajuk Trend Forecast 2021/2022 dalam bentuk eBook. Riset fashion tren ini berisi panduan dan inspirasi dalam bentuk, desain, warna, hingga ilustrasi yang sesuai dengan selera pasar yang akan datang.

Bukan hanya sekadar kumpulan tren fashion, hasil riset ini bisa menjadi rujukan bagi pelaku industri, desainer, hingga akademisi di bidang desain fashion di Indonesia. Buku Fashion Tren 2021/2022 ini merupakan edisi ketiga bagian dari Trend Forecasting yang sejak 4 (empat) tahun terakhir diluncurkan rutin hampir setiap tahunnya.

Mengusung tema New Beginning, buku Fashion Trend 2021/2022 ini disusun oleh tim Indonesia Trend Forecast, yang merupakan sebuah tim riset dan pengembangan kolaboratif terdiri dari para ahli, praktisi, dan akademisi berpengalaman di industri kreatif Indonesia.

Bertemakan The New Beginning, tim periset menemukan, ada sejumlah hal yang mendasari pola pikir baru ini. Salah satunya adalah pandemi covid-19. Dari sana periset melihat, ada empat respon yang muncul dan menjadi konsep tema dalam Trend Forecast 2021/2022. Yakni essentiality, spirituality, exploitation, dan exploration.

Essentiality merupakan gaya busana bergaya sportif kasual dan berpadu dengan feminin romantis. Pada busana ini, biasanya akan sarat dengan corak flora fauna, bergaya kekanak-kanakan dengan warna-warna lembut.

Awkarin / Karin Novilda. INSTAGRAM/awkarin

Sementara itu, spirituality ialah gaya busana yang menggambarkan perubahan pola pikir yang lebih berpijak pada nilai-nilai tradisi dan budaya. Ini dapat terlihat dari gaya klasik nan elegan dengan sentuhan etnik eksotik.

Tara Basro. INSTAGRAM/tarabasro

Penggunaan bahan-bahan alam, motif dan tekstil tradisional, detail-detail pekerjaan tangan tampak jelas pada konsep tema ini. Biasanya, spirituality terlihat dalam nuansa warna netral dan earthy.

Sedangkan konsep Exploitation menjadi pilihan bagi mereka yang ingin mengobati kerinduan dengan tampilan yang meriah, optimis, dan cenderung berlebihan. Unsur berlebihan mendominasi Baik dalam detail, bentuk, dan penerapan ukuran.

Konsep tema ini akan terlihat dramatis dalam gaya yang tercermin pada tampilan penggabungan berbagai elemen, motif, dan perpaduan warna yang bertabrakan hingga terkesan kacau balau.

Bonifasius Sedu Beribe

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu