News

Tren Demokrasi Menurun, NasDem Ajak Masyarakat Evaluasi Bersama

Tren demokrasi turun dari 72 persen menjadi 62 persen.


Tren Demokrasi Menurun, NasDem Ajak Masyarakat Evaluasi Bersama
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni. (Istimewa)

AKURAT.CO, Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei yang menemukan terjadi penurunan tren demokrasi dari 72 persen menjadi 62 persen per 24-30 September 2020.

Karena itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni mengajak masyarakat untuk melakukan evaluasi bersama terkait hasil survei lembaga Indikator Politik yang menyebutkan bahwa tren demokrasi di Indonesia mengalami penurunan.

"Mari jadikan hasil survei ini sebagai bahan evaluasi bersama kita dalam berdemokrasi. Tidak hanya untuk pemerintah dan legislatif, namun bagi publik juga," tegas Sahroni dalam keterangannya di Jakarta, Senin (26/10/2020).

Sahroni mengatakan, Indikator Politik merupakan lembaga survei yang kredibel dan tentu saja memiliki metode riset yang bisa dipertanggungjawabkan.

"Tentunya lembaga ini adalah lembaga yang kredibel, sehingga apapun hasilnya, itu harus menjadi bahan introspeksi untuk pemerintah dan parlemen," ujarnya.

Namun, Sahroni juga mengingatkan bahwa dalam melakukan suatu survei, hasil yang didapatkan akan sangat tergantung dengan situasi dan kondisi saat survei tersebut dilakukan.

Ia mencontohkan bagaimana kondisi saat survei dilakukan, misalnya, di saat pandemik, demonstrasi massa sudah pasti akan sulit karena alasan kesehatan.

"Tindakan represif aparat apabila didalami, juga karena banyak oknum yang melakukan tindakan pengerusakan bahkan menyerang aparat," jelasnya.

Selain itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi merilis survei tindakan aparat kepolisian terhadap masyarakat yang berbeda politik.

Dalam survei itu, sebanyak 37,9 persen publik agak setuju dan 19,8 persen sangat setuju terkait hal tersebut.

"Kalau saya gabung agak setuju dan sangat setuju itu mayoritas, jadi variabel kebebasan sipil itu sepertinya belnya sudah bunyi nih, hati-hati," jelas Burhanuddin dalam konferensi pers virtual, Minggu (25/10/2020).

Publik, kata Burhan, punya ekspektasi tinggi pada Presiden Jokowi untuk menjaga warisan yang lahir di era roformasi yakni demokrasi. Suara publik yang menyatakan tak setuju dengan pertanyaan itu sebanyak 31,8 persen. Kemudian terdapat 4,7 persen memilih tak menjawab.

Sebagai diketahui, jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak, dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

Jumlah sampel yang dipilih secara acak melalui telepon sebanyak 5.614 data. Sedangkan, yang berhasil diwawancarai dalam durasi survei yaitu sebanyak 1200 responden. Margin of Error pada survei ini +2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. []

Ainurrahman

https://akurat.co

0 Komentar

Tinggalkan komentar

Untuk komentar, silahkan terlebih dahulu