Ekonomi

Tren Asuransi Terus Meningkat, Potensi InsurTech Makin Memikat

Pesatnya perkembangan asuransi digital memang menjadi warna tersendiri di industri asuransi


Tren Asuransi Terus Meningkat, Potensi InsurTech Makin Memikat
Webinar dengan tema “Prioritas Kesehatan Masyarakat di Masa Pandemi, Asuransi Gencarkan InsurTech”, Rabu (15/9/2021). (AKURAT.CO/Denny Iswanto)

AKURAT.CO  Pandemi telah memaksa orang untuk merubah pola hidup atau gaya hidup, mulai dari makanan sehat, olahraga, bertransaksi, dan berbelanja. Semua beralih ke teknologi yang memberikan kemudahan, dan kecepatan.

Fenomena ini berdampak positif bagi asuransi. Sebab, teknologi menjadi alternative baik dari sisi produk, maupun layanan dalam menghadapi pandemi yang lebih dikenal dengan Insurance Technology (InsurTech). Dengan InsurTech, nasabah akan lebih dimudahkan dari segi pelayanan.

Oleh sebab itu, mau tidak mau perusahaan asuransi harus cepat beradaptasi dengan melakukan transformasi digital dan melakukan kolaborasi dengan pelaku usaha digital.

Pesatnya perkembangan asuransi digital memang menjadi warna tersendiri di industri asuransi setelah industri ini tertidur cukup lama yang menyebabkan asuransi sepi dari inovasi produk. Karenanya, digitalisasi di asuransi ini, perlu mendapatkan dukungan dan perhatian yang serius dari regulator.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) penetrasi industri asuransi nasional terus meningkat selama pandemi. Hingga Juli 2021, tingkat penetrasi asuransi mencapai 3,11%. Angka ini meningkat dibandingkan akhir tahun 2020 yang mencapai 2,92%.

Peningkatan ini ditandai dengan pertumbuhan premi yang dilaporkan oleh industri asuransi nasional. Kondisi ini tentu menjadi peluang bagi Asuransi untuk bertransformasi ke arah digital.

OJK juga mencatat total premi asuransi umum dan jiwa yang didistribusikan melalui digital (insurtech) sudah mencapai Rp6,0 triliun per Juli 2021. Angka ini terhitung menyumbang porsi sebesar 3,94% terhadap total premi asuransi umum dan jiwa nasional.

Premi insurtech tersebut disalurkan melalui beberapa jalur, yaitu melalui pemasaran langsung senilai Rp1,80 triliun, agen asuransi senilai Rp3,14 triliun, bancassurance Rp0,15 triliun, BUSB (perusahaan pembiayaan) senilai Rp0,29 triliun, BUSB (lainnya) senilai Rp0,07 triliun, dan pialang asuransi senilai Rp0,54 triliun

Menurut OJK, distribusi premi asuransi umum dan jiwa secara digital terus mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan bulan Mei dan Juni 2021.