Lifestyle

Travelers Lokal Buat RedDoorz Pede Hadapi Resesi Global

Travelers Lokal Buat RedDoorz Pede Hadapi Resesi Global
Illustrasi Wisatawan Mancanegara (smart money)

AKURAT.CO, Resesi global diprediksi akan terjadi pada tahun 2023 mendatang, dan tidak menutup kemungkinan berdampak pada sejumlah sektor, termasuk pariwisata dalam negeri.

Industri pun memandang potensi resesi merupakan situasi yang sulit untuk dihadapi oleh sektor pariwisata yang bukan merupakan sektor primer, sehingga tidak menjadi prioritas.

Akan tetapi, RedDoorz percaya diri atau pede hadapi resesi global, dengan tingginya presentase travelers lokal menggunakan layanan mereka.

baca juga:

"Hal yang buat kami optimis (saat ada isu resesi global), bisnis kami adalah pasar domestik. Jadi, 95 persen yang memesan kamar hotel masih travelers lokal," ujar Regional VP Marketing RedDoorz Indonesia, Henry Manampiring saat ditemui di Hotel Des Indes, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2022).

Dengan banyaknya travelers lokal yang memesan kamar penginapan di RedDoorz, membuat tidak ketergantungan wisatawan luar negeri dan okupasi kuat.

"Sebenarnya ini membuat okupansi kami kuat, karena tidak tergantung aturan perjalanan luar negeri atau resesi global," jelas Henry.

Tak hanya travelers, pernyataan pemerintah membuat RedDoorz optimis hadapai resesi global.

"Ada beberapa hal yang membuat kami optimis, yakni pernyataan pemerintah menunjukan data (ekonomi) kita masih bertumbuh loh, itu luar biasa. Selama ada proyeksi ekonomi bertumbuh meski ada perlambatan, masih ada peluang besar," kata Henry.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan ekonomi Indonesia pada 2022 dan 2023 tetap bertumbuh meski sejumlah negara di dunia seperti Amerika Serikat dan Eropa mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi Indonesia itu seiring dengan kuatnya permintaan domestik.

Perry mengatakan bahwa sejauh ini ekonomi Indonesia masih terus menguat dengan pertumbuhan sebesar 5,72 persen year-on-year (yoy) pada kuartal III/2022. Perolehan ini lebih tinggi dari perkiraan dan capaian kuartal sebelumnya, yang naik 5,45 persen.

Lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan Indonesia harus bisa bertahan dengan sumber pertumbuhan domestik.

"Indonesia sebagai negara G20 di antara negara dengan ekonomi terbesar di dunia, saya rasa memiliki sumber pertumbuhan domestik," ujar Sri Mulyani dalam 4th Indonesia Fintech Summit 2022 beberapa waktu lalu.

Menurut Sri Mulyani, ketika kondisi global tidak pasti atau menimbulkan ancaman dibandingkan kesempatan, Indonesia sebagai negara besar harus memastikan ekonomi domestik, sumber pertumbuhan harus sehat.

Sri Mulyani menambahkan upaya menjaga sumber pertumbuhan domestik ini tidak lantas membuat Indonesia menutup diri atau menerapkan proteksionisme.

"Kita ingin memastikan sumber pertumbuhan domestik terus mendukung progres ekonomi," kata Sri Mulyani.