Lifestyle

Travel Storytelling Dinilai sebagai Trik Ampuh Promosikan Wisata Sejarah

Travel storytelling mampu menyajikan nilai-nilai sejarah dan budaya dengan cara yang  lebih menarik


Travel Storytelling Dinilai sebagai Trik Ampuh Promosikan Wisata Sejarah
Sawahlunto di Sumatera Barat (UNESCO)

AKURAT.CO Storytelling adalah bagian besar dari perangkat industri pariwisata. Lewat storytelling, nilai-nilai wisata yang unik dan menarik dari sebuah destinasi wisata budaya dapat tergali dan dipublikasikan ke masyarakat. 

Direktur Wisata Alam, Budaya, dan Buatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Alexander Reyaan, travel storytelling dinilai efektif untuk mempromosikan nilai-nilai budaya dalam sebuah objek wisata, terutama situs-situs warisan dunia seperti  Kota Sawahlunto, Sumatra Barat.

Sebagaimana diketahui dalam Sidang Komite Warisan Dunia UNESCO ke-43 pada 6 Juli 2019 di Baku, Azerbaijan, Sawahlunto ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia, yaitu 'Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto'.

baca juga:

“Karena sudah ditetapkan menjadi warisan budaya dunia, seharusnya Sawahlunto punya nilai jual yang jauh lebih baik dibanding warisan budaya yang lain,” kata Alex dalam dalam seri Webinar Wisata Heritage bertema 'Mengangkat Nilai-Nilai Produk Wisata Warisan Budaya Dunia Melalui Travel Storytelling', dikutip AKURAT.CO pada Jumat (19/1/2022). 

“Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan menjadikan Sawahlunto sebagai sebuah destinasi yang difavoritkan wisatawan dan akan diprioritaskan untuk dikembangkan ke depan khususnya dengan menggali potensi budayanya,” imbuhnya

Sementara penulis Astrid Savitri menjelaskan bahwa travel storytelling mampu menyajikan nilai-nilai sejarah dan budaya dengan cara yang  lebih menarik bagi wisatawan dibanding penyampaian fakta-fakta sejarah saja.

“Dengan travel storytelling, kita bisa mengajak audiens untuk merasakan nuansa petualangan dari objek wisata tersebut melalui cerita. Dalam cerita itu, kita gabungkan kekuatan data, visualisasi, dan narasi, lalu tambahkan sentuhan empati dan emosi,” tutur Astrid.

Adapun Kota Sawahlunto sendiri memiliki nilai sejarah yang cukup tinggi. Pada zaman dulu, kota ini dikenal sebagai kota pertambangan di masa penjajahan Hindia-Belanda. 

“Karena dikenal sebagai kota tambang, orang-orang yang tinggal di kota ini pun beraneka ragam latar belakangnya. Ada orang Eropa dan keturunan Indo-Eropa, ada orang Tionghoa, serta orang-orang pribumi seperti orang Minangkabau dan pekerja tambang yang disebut ‘Orang Rantai’,” jelas Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto, Rahmat Gino Sea Games.