Lifestyle

Travel Sarankan Maskapai Manfaatkan Rute Gemuk Agar Harga Tiket Pesawat Turun

Travel Sarankan Maskapai Manfaatkan Rute Gemuk Agar Harga Tiket Pesawat Turun
Penumpang pesawat saat mengantri di bagian cek-in tiket di terminal 3, Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat (29/4/2022). (AKURAT.CO/Sopian)

AKURAT.CO Tiket pesawat mengalami kenaikan akibat melonjaknya biaya avtur. Selain itu, kondisi penerbangan yang belum stabil imbas pandemi Covid-19 juga dinilai turut memengaruhi.

Tercatat, harga tiket menuju Singapura saja bisa mencapai Rp10 juta, padahal sebelumnya hanya Rp2-3 juta. 

Adapun untuk tiket pesawat menuju Singapura untuk penerbangan Jumat (3/6/2022), mencapai Rp9 juta dengan maskapai Singapore Airlines dan yang paling murah Rp2,4 juta, melansir Traveloka.

baca juga:

Hal yang sama juga terjadi pada harga tiket pesawat penerbangan domestik. 

VP Brand and Communication dari Perusahaan Pariwisata PT Panorama Sentrawisata Tbk. , AB Sadewa menyayangkan fenomena kenaikan tiket pesawat ini, di tengah pengenduran kebijakan berwisata. 

"Kita sangat menyangkan kenaikan tiket pesawat di tengah momen pengenduran kebijakan pariwisata, seperti sudah dibuka kembali beberapa negara untuk wisatawan mancanegara, tidak perlu adanya karantina dan bebas tes PCR," ujar AB Sadewa via Telepon WhatsApp dengan AKURAT.CO, pada Kamis (02/6/2022).

"Seharusnya, kita sama-sama bisa memanfaatkan momentum ini," lanjutnya.

Menurut AB Sadewa, jika memang harga tiket naik karena avtur, dirinya menyarankan pemerintah memberikan insentif berupa keringanan pajak bahan bakar, agar kebutuhan operasional maskapai tidak tinggi sehingga harga tiket bisa turun.

Tak hanya insentif, AB Sadewa juga menyarakan maskapai bisa memanfaatkan rute gemuk, yang dahulu hingga kini diminati oleh wisatawan luar negeri dan dalam negeri yang mau berlibur ke luar negeri. Salah satu contohnya, rute Jakarta - Amsterdam.