Ekonomi

Transjakarta Genjot Transformasi Digital dan Kelembagaan, Bertahan Lawan Corona

Covid-19, membuat segala aktivitas menjadi terbatas dan mau tidak mau semua sektor harus menyesuaikan diri


Transjakarta Genjot Transformasi Digital dan Kelembagaan, Bertahan Lawan Corona
Armada bus Transjakarta terparkir di kawasan Cibubur, Jakarta, Kamis (1/7/2021). (AKURAT.CO/Dharma Wijayanto)

AKURAT.CO  PT Transjakarta selaku badan usaha milik daerah (BUMD) mengupayakan selalu menggenjot strategi dalam melayani mobilitas masyarakat yang masih harus beraktivitas di luar rumah dalam situasi pandemi seperti saat ini. 

Pasalnya Wabah Corona Virus Disease atau yang dikenal dengan Covid-19, membuat segala aktivitas menjadi terbatas dan mau tidak mau semua sektor harus menyesuaikan diri dengan kenormalan baru, tidak terkecuali dari sekor transportasi.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Sardjono Jhony Tjitrokusumo mengatakan, titik krisis bukan lagi terletak pada upaya penanganan, melainkan pada perilaku dan pola pikir yang dapat mencegah reaksi berlebihan terhadap krisis serta upaya untuk menghadapi tantangan ke depan.

"Dalam hal ini, transformasi dari berbagai sisi tentunya sangat dibutuhkan agar dapat menyesuaikan diri dengan kondisi dan tetap memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan setia," kata Sardjono saat acara penghargaan sebagai Indonesia’s Best CEO Award Employee 2021 kategori Best CEO in Mass Public Transportation Category, seperti dikutip Akurat.co pada Senin (26/7/2021).

Langkah selanjutnya, lanjut Sardjono, menjadi katalis bagi perusahaan Transjakarta untuk mempercepat transformasi digital dan transformasi kelembagaan. 

Menurut dia, Transjakarta terus mempercepat transformasi digital dan transformasi kelembagaan, salah satunya penyediaan fasilitas Wi-Fi.

"Saat ini Transjakarta sudah mulai melakukan transformasi secara digital, mulai dari Wi-Fi berkecepatan tinggi, tanpa batas kuota dan tanpa bayar, serta aplikasi TIJE dengan segudang fitur canggih," katanya.

Selain itu, ada penerapan face recognition di lingkup kantor pusat PT Transjakarta, Cawang, Jakarta Timur. Menurutnya, teknologi ini juga akan segera diterapkan bagi pelanggan sebagai akses memasuki halte.

"Transformasi ini masih akan terus berlanjut. Tidak hanya sebagai upaya bertahan dan melawan wabah, tetapi sebagai jembatan bagi Transjakarta untuk terus berkembang dan beradaptasi mengikuti perkembangan tren dan teknologi yang terus berkembang dari waktu ke waktu," imbuhnya.