Ekonomi

Transisi Energi, Pakar: Pertamina Agar Jalankan Mandat Presiden Jokowi!

Agar Pertamina jangan menggunakan bahan baku yang bersumber dari penggundulan hutan seperti sawit dan batubara


Transisi Energi, Pakar: Pertamina Agar Jalankan Mandat Presiden Jokowi!
Fakta menarik PT Pertamina (wikipedia.org)

AKURAT.CO Ketua Dewan Pakar Transisi Energi, Salamuddin Daeng mengingatkan agar Pertamina jangan menggunakan bahan baku yang bersumber dari penggundulan hutan seperti sawit dan batubara.

Pasalnya, agenda transisi energi di Pertamina selain harus menghentikan bisnis energi fosil dari minyak, juga menghentikan semua penggunaan bahan baku yang bersumber dari deforestasi atau penggundulan hutan.

Sebelumnya, Presiden Jokowi jelas mengatakan bahwa Pertamina harus memiliki peta jalan untuk transisi energi. Mau melakukan apa jelas harus konkrit. Rencananya apa hasilnya apa.

Menurut Presiden Jokowi, BUMN Pertamina itu jelas bisnis energi fosil. Energi yang akan diakhiri dalam waktu yang tidak lama lagi. Semua orang harus berhenti menggunakan energi fosil sebagai bahan bakar.

"Pertamina juga harus tau bahwa kesepakatan Iklim COP 26 Glasgow dimana Presiden Jokowi sebagai salah satu pimpinannya, harus menghentikan sama sekali deforestasi atau penggundulan hutan untuk kepentingan perkebunan dan kepentingan pertambangan khususnya batubara," kata Salamudin Daeng di Jakarta, Senin (22/11/2021).

Salamudin Daeng menegaskan bahwa perintah Presiden Jokowi selaku pimpinan G20 dan COP 26 kepada Pertamina sebetulnya sangat clear. Namun mengapa Pertamina justru tidak memperlihatkan langkah signifikan?

Dalam kajian Transisi Energi, Salamudin Daeng membeberkan dua hal yang mengindikasikan Pertamina seolah ngeyel. 

Pertama, impor minyak Pertamina yang masih sangat besar.

"Jelas ini menghalangi upaya Indonesia untuk menekan emisi karbon," tegas Daeng.