Ekonomi

Transformasi Digital Dibayangi Serangan Siber hingga Pencurian Data

Transformasi Digital Dibayangi Serangan Siber hingga Pencurian Data
seminar nasional “Digital Economic in Collaboration: The Importance of Cyber Security To Protect Financial Sector in The New Age” yang diselenggarakan The Finance di Jakarta, Senin, (29/11/2021). (Istimewa)

AKURAT.CO  Pembatasan mobilitas aktivitas masyarakat akibat pandemi Covid-19, telah mendorong digitalisasi ekonomi keuangan dan sistem pembayaran berkembang sangat cepat.

Bahkan, transaksi ekonomi-keuangan digital yang semula lebih banyak di kalangan muda, sekarang telah meluas ke berbagai lapisan masyarakat serta menjadi preferensi dan kebiasaan baru karena kemudahan, kecepatan, serta murahnya biaya transaksi.

Ekonomi dan keuangan digital, saat ini menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi serta mempercepat inklusi ekonomi dan keuangan.

baca juga:

Namun di sisi lain, muncul pula sejumlah masalah baru seperti kepemilikan dan perlindungan data pribadi, tingginya serangan siber, pajak transaksi ekonomi dan keuangan digital, layanan jasa keuangan oleh entitas bukan lembaga keuangan (shadow banking), meluasnya mata uang yang diciptakan swasta (cryptocurrency).

Maraknya kejahatan serangan digital di industri keuangan tentu harus dibarengi dengan keamanan siber (cyber security). Apalagi saat ini pemerintah tengah gencar mendorong ekonomi dan keuangan digital. Pemerintah Indonesia memang berkomitmen untuk terus meningkatkan ekonomi digital di Tanah Air.

Demikian ditegaskan Sandiaga S. Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam seminar nasional “Digital Economic in Collaboration: The Importance of Cyber Security To Protect Financial Sector in The New Age” yang diselenggarakan The Finance di Jakarta, Senin, (29/11/2021).

Menurut Sandi, saat ini pemerintah sedang berusaha keras untuk melakukan transformasi digital. Salah satu poin pentingnya ialah terkait dengan penguatan keamanan data digital, dengan cakupan area yang semakin luas.

Ia juga mengutarakan, hasil lain dari transformasi digital oleh pemerintah adalah, di 2022, akan diimplementasikan kolaborasi satu data Indonesia yang melibatkan berbagai stakeholder. "Perlindungan data pribadi, keamanan data merupakan kunci. Pemerintah akan membentuk National Security Operation Center (NSOC). Ini untuk menjaga keamanan digital kita," ujarnya.

Di lain sisi, menurut data Kementerian Perdagangan, ekonomi digital Indonesia diperkirakan akan tumbuh hingga delapan kali lipat di 2030. Saat ini nilai pasar ekonomi digital nasional Rp632 triliun dan diprediksi akan menjadi Rp4.531 triliun dalam delapan tahun ke depan. Perdagangan online atau e-commerce disebut memainkan perankan yang sangat besar, yakni 34% atau setara Rp1.900 triliun.