Ekonomi

Transaksi Uang Elektronik Memang Memudahkan, Tapi Jangan Abaikan Keamanan!

Transaksi Uang Elektronik Memang Memudahkan, Tapi Jangan Abaikan Keamanan!
Ilustrasi sejumlah uang elektronik produk pelbagai perbankan (KIBLAT.NET)

AKURAT.CO, Transaksi keuangan kian mudah dilakukan dengan pemanfaatan teknologi internet sekarang ini. Selain praktis dan mudah, transaksi keuangan secara digital menggunakan uang elektronik juga menawarkan banyak manfaat lain, seperti riwayat transaksi tercatat rapi. 

Namun, di balik semua kemudahan itu, jangan abaikan soal keamanan data.

Demikian beberapa kesimpulan yang dibahas dalam webinar bertema “Mudahnya Transaksi Digital dengan Uang Elektronik”, Rabu (5/10/2022), di Pontianak, Kalimantan Barat. 

baca juga:

Webinar yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi ini menghadirkan sejumlah narasumber, yaitu Head of Digital Marketing Chronox, Idul Futra (Lim Sau Liang); dosen pada Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Budi Luhur, Rocky Prasetyo Jati; dan dosen Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro, Astini Kumalasari.

Mengutip data Hootsuite per Februari 2022, pengguna internet di Indonesia di rentang usia 16 tahun sampai 64 tahun tercatat menggunakan layanan keuangan online. 

Dari rentang usia tersebut, sebanyak 28,8% menggunakan situs perbankan, investasi, asuransi, dan aplikasi seluler setiap bulan. 

Lalu, sebanyak 21,6% menggunakan layanan mobile payment dan sebanyak 16,4% memiliki aset kripto.

Masih di rentang usia yang sama, sebanyak 60,6% membeli produk secara online dan 18,3% menggunakan layanan online price comparison, dan sebanyak 43,3% menggunakan layanan pay later (beli sekarang, bayar nanti).

Idul Futra memaparkan, pertumbuhan transaksi belanja menggunakan uang elektronik sudah menjadi tren dan keseharian. Mengutip data yang dikeluarkan KataData, nilai transaksi uang elektronik terus meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai ilustrasi, pada 2012 transaksinya hanya senilai Rp 1,97 triliun.