Tech

Transaksi Masih Rendah Jadi Alasan Bank Mandiri Gandeng EVOS Esports

Berdasarkan data yang dikeluarkan EVOS Esports, sekitar 39% dari para penggemar esports dalam kurun waktu satu bulan rata-rata melakukan pembelian dalam game sekitar 1 sampai 3 kali


Transaksi Masih Rendah Jadi Alasan Bank Mandiri Gandeng EVOS Esports
Atlet Esport bermain ‘League of Legends’ dalam latihan persiapan demonstrasi Asian Games di Jakarta. (CHANNELNEWASIA.COM)

AKURAT.CO  Tumbuh kembangnya industri esports pada saat ini memang tidak dapat dipungkiri merupakan hasil dari semakin meningkatnya minat masyarakat terhadap game ini. 

Terbukti dengan tingginya intensitas dan nilai transaksi dari pembelian di dalam game (in-app purchase). Berdasarkan data yang dikeluarkan EVOS Esports, sekitar 39% dari para penggemar esports dalam kurun waktu satu bulan rata-rata melakukan pembelian dalam game sekitar 1 sampai 3 kali, dengan rata-rata pengeluaran per transaksi dibawah Rp100 Ribu

Akan tetapi terlepas dari tingginya jumlah transaksi yang terjadi, jumlah transaksi yang dilakukan melalui kanal perbankan masih terbilang rendah dibandingkan dengan kanal lain.

Ruth Ekowati Rahayu selaku Vice President Bank Mandiri menyadari bahwa diantara berbagai kanal transaksi yang tersedia, peranan Bank masih sangat rendah dibandingkan dengan kanal lainnya seperti pulsa, dan e-wallet. Adanya celah tersebut lantas dimanfaatkan oleh Bank Mandiri sebagai peluang.

"Oleh karena itu Bank Mandiri bekerjasama dengan salah satu organisasi esports terbesar di Asia Tenggara EVOS dan merchant payment Visa untuk mengeluarkan kartu EVOS Esports yang berfungsi sebagai kartu tanda member dan kartu debit. Pemilihan EVOS sendiri sebagai rekanan kerjasama merupakan bentuk optimisme kami terhadap industri esports dan EVOS," sebut Ruth dalam bincang media secara virtual pada Kamis (5/7/2021).

Menanggapi perkembangan esport di Indonesia Co-Founder & Chief Marketing Officer EVOS Esports, Michael Wijaya mengatakan Indonesia merupakan negara pendorong utama pertumbuhan industri esport di Asia Tenggara. Dari total 274,5 juta gamers di Asia Tenggara pada 2021, Indonesia berkontribusi sekitar 43% terhadap jumlah total tersebut. 

Selain itu Indonesia juga menyumbang pendapatan terbesar senilai $ 2,08 miliar dollar AS (sekitar Rp 30 triliun rupiah) . Tingginya jumlah gamers dan jumlah pendapatan ini menurutnya menjadi indikasi bahwa industri esports memiliki potensi yang cukup besar di Indonesia.

Data EVOS juga menunjukan bahwa esports ini juga sangat diminati oleh kalangan anak muda dimana sekitar 58% dari penggemar EVOS dan esports berasal dari anak muda berusia dibawah 18 tahun dan sekitar 41% dari para penggemar EVOS dan esports berasal dari kalangan millennial berusia 19-29 tahun. 

Besarnya jumlah fanbase ini juga diikuti dengan tingginya intensitas waktu yang dihabiskan oleh para penggemar esports ini untuk bermain game pilihan mereka. Hal ini menunjukan adanya kecintaan dari para penggemar esports terhadap pilihan game yang mereka pilih. 

“Melalui kerjasama membership card kami dengan Visa dan Bank Mandiri ini, ditambah dengan besarnya dan loyalitas dari fanbase EVOS saat ini, kami optimis dapat membantu mengembangkan peranan bank dalam dunia esports di Indonesia,” tutup Michael.