News

Tragis! Demonstrasi Massa Berujung Bentrokan Lawan Aparat di Sierra Leone, 13 Orang Tewas

Para demonstran mendesak Presiden Sierra Leone Julius Maada Bio agar mundur karena gagal mengatasi lonjakan biaya hidup.

Tragis! Demonstrasi Massa Berujung Bentrokan Lawan Aparat di Sierra Leone, 13 Orang Tewas
Seorang petugas polisi tertangkap kamera menembakkan pistolnya di tengah bentrokan dengan para demonstran pada Rabu (10/8) di Freetown, Sierra Leone. (REUTERS)

AKURAT.CO Para demonstran antipemerintah di Sierra Leone bentrok dengan polisi di ibu kota pada Rabu (10/8). Negara Afrika Barat ini tengah diliputi ketegangan akibat lonjakan biaya hidup yang semakin mencekik.

Dilansir dari Washington Post, Wakil Presiden Mohamed Juldeh Jalloh mengonfirmasi adanya kematian tanpa memberika detail lebih lanjut.

"Orang-orang tak bermoral ini telah memulai protes yang rusuh dan tidak sah, sehingga menyebabkan hilangnya nyawa warga Sierra Leone yang tak bersalah, termasuk personel keamanan," kecamnya.

baca juga:

Sementara itu, Reuters melaporkan sedikitnya 13 warga sipil tewas di ibu kota Freetown, menurut keterangan staf kamar mayat utama pada Kamis (11/8).

Jalloh menambahkan beberapa bangunan umum, termasuk kantor polisi, telah diserang dan dibakar. Ia pun mengumumkan jam malam nasional mulai pukul 15.00 waktu setempat untuk membendung kekerasan.

Para demonstran pada Rabu (10/8) mendesak Presiden Julius Maada Bio agar mengundurkan diri. Terpilih pada 2018, ia masih memiliki 10 bulan tersisa dalam masa jabatannya.

Biaya hidup di Sierra Leone telah naik lebih dari 40 persen dalam beberapa bulan terakhir. Sekantong beras yang dulu seharga 350 leone kini harganya lebih dari 500 leone. Tak sampai di situ, harga listrik dan BBM juga meroket.

Sementara itu, pemerintah mengecam penyelenggara protes yang tak disebutkan namanya. Pemerintah memperingatkan bahwa Sierra Leone sudah cukup menderita melalui lebih dari 1 dekade perang saudara yang berakhir pada 2002.

"Sierra Leone telah melalui banyak hal, jadi mari kita mengubah alurnya dan tak membiarkan orang memecah belah kita," imbau Abdul Karim Will, juru bicara Kantor Keamanan Nasional. []