News

Tragis! 5 Kisah Orang Dihukum Berat karena Dakwaan Salah, Ada yang Terlanjur Dieksekusi

Kisah mereka sungguh tragis sekali


Tragis! 5 Kisah Orang Dihukum Berat karena Dakwaan Salah, Ada yang Terlanjur Dieksekusi
Ilustrasi kisah orang-orang yang harus mendapati ketidakadilan hukuman dalam sistem peradilan (SOUTH CAROLINA DEPARTMENT OF ARCHIVES AND HISTORY/AP via People)

AKURAT.CO, Belakangan ini, beberapa kasus tahanan dibebaskan karena ternyata tidak terbukti bersalah mewarnai media massa. Dilaporkan para tahanan itu terkena dakwaan salah, dan baru dibebaskan usai beberapa dekade dipenjara. 

Sebut saja kasus terbaru dari pria kulit hitam asal Missouri, Amerika Serikat (AS), bernama Kevin Strickland. Ia akhirnya dibebaskan setelah berada di balik jeruji besi selama lebih dari 42 tahun. Sebelumnya, Strickland mendapatkan dakwaan salah atas tiga kasus pembunuhan.

Tidak lama setelahnya, kasus serupa muncul, di mana pria keturunan Afrika-Amerika juga jadi korban dari salah dakwaan. Mirip seperyi Strickland. pria yang bernama Ronnie Long, ini dibebaskan setelah mendekam di penjara selama 44 tahun. 

Dilansir dari berbagai sumber, AKURAT.CO pada Rabu (1/12) memilih 5 kasus tahanan yang dihukum berat karena dakwaan salah.

1. Colin Campbell Ross dari Australia, dieksekusi usai tuding memperkosa dan membunuh gadis cilik

Tragis 5 Kisah Orang Dihukum Berat karena Dakwaan Salah, Ada yang Sudah Terlanjur Dieksekusi - Foto 1
 Herald Sun

Colin Campbell Eadie Ross adalah seorang pemilik bar anggur Australia yang dihukum karena pemerkosaan hingga pembunuhan seorang anak. Kasus yang melibatkan Ross itu begitu terkenal sampai- mendapatkan julukan khusus, yakni 'Gun Alley Murder'.

Dalam kasus itu, Ross dituding bersalah telah melenyapkan nyawa seorang siswi 12 tahun bernama Alma Tirtschke. Kasus bermula ketika pada 31 Desember 1921, jasad Alma ditemukan telanjang di jalur timur dari Gun Alley. Menurut saksi mata, Alma terakhir terlihat melewati lokasi Australian Wine Saloon, bar anggur yang dimiliki oleh Ross. Saksi juga menyebut saat itu, Alma dibuntuti seorang lelaki.

Setelah penemuan mayat itulah, polisi menuding Ross sebagai terdakwa, yang dianggap telah memperkosa dan mencekik Alma hingga tewas. Dugaan polisi didasarkan pada bukti dari dua saksi, ditambah bukti beberapa helai rambut merah. Saat itu, petugas membandingkan rambut dari Alma dengan rambut yang ditemukan di rumah Ross. Meski yang satu rambutnya merah, dan yang satu pirang, tetapi penyidik kekeh bahwa kedua rambut itu adalah milik orang yang sama, yakni Alma. 

Polisi pun makin gencar menyudutkan Ross karena catatan kriminal sebelumnya menunjukkan bahwa ia terlihat dugaan penembakan dan perampokan salah satu pelanggannya.