News

Tragis, 11 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran RS di Sinegal 

Menurut politisi Senegal Diop Sy, tragedi nahas yang terjadi di rumah sakit, disebabkan oleh 'korsleting'.


Tragis, 11 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran RS di Sinegal 
Gambar hanya untuk ilustrasi (Pexels)

AKURAT.CO  Sebelas bayi yang baru lahir telah dikonfirmasi tewas dalam kebakaran yang terjadi di sebuah rumah sakit regional di Senegal. Presiden Sinegal, Macky Sall pada Rabu (26/5) malam ikut mengungkap berita duka itu di Twitter, menyebut bahwa api melalap unit neonatus di rumah sakit tersebut.

Sall, yang sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke Angola, mengatakan bahwa kebakaran terjadi di Rumah Sakit (RS) Abdou Aziz Sy Dabakh di Tivaouane. Kota ini hanya berjarak sekitar 50 mil (80 km) dari timur laut ibu kota Dakar.

"Saya baru merasakan sakit dan cemas mengetahui tentang kematian 11 bayi yang baru lahir dalam kebakaran di departemen neonatal rumah sakit umum itu."

baca juga:

"Kepada ibu dan keluarga para korban, saya menyampaikan simpati saya yang terdalam," kata Sall seperti dikutip NY Times hingga Arab News. Sall tidak memberikan rincian lebih lanjut.

Menurut politisi Senegal Diop Sy, tragedi nahas yang terjadi di rumah sakit, disebabkan oleh 'korsleting'.

"Api menyebar dengan sangat cepat," ungkapnya.

Situs berita Senegal7 juga melaporkan bahwa kebakaran disebabkan oleh arus pendek dan terjadi sekitar pukul 8 malam pada Rabu (25/5).

Sementara itu, Wali kota kota Demba Diop mengatakan bahwa tiga bayi telah berhasil diselamatkan.

Berdasarkan pemberitaan media lokal, RS Mame Abdou Aziz Sy Dabakh baru saja diresmikan.

Tragis, 11 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran RS di Sinegal  - Foto 1
 John Wessels/Agence France-Presse 

Laporan tentang insiden fatal Tivaouane juga telah sampai ke telinga Menteri Kesehatan negara itu, Abdoulaye Diouf Sarr. Sarr, yang saat ini berada di Jenewa, untuk pertemuan dengan Organisasi Kesehatan Dunia, mengatakan bahwa dia akan segera kembali ke negaranya.

"Situasi ini sangat disayangkan dan sangat menyakitkan. Penyelidikan sedang dilakukan untuk melihat apa yang terjadi," katanya di radio. "

Sebelum tragedi Tivaouane, beberapa insiden lain juga dilaporkan di fasilitas kesehatan masyarakat di Senegal, di mana ada jurang besar antara daerah perkotaan dan pedesaan dalam layanan perawatan kesehatan.

Pada akhir April misalnya, kebakaran melanda sebuah rumah sakit di kota utara Linguere. Insiden itu juga menyebabkan korban, dengan empat bayi baru lahir dinyatakan tewas. Saat itu, wali kotanya menyebut adanya kerusakan listrik di unit pendingin udara di bangsal bersalin.

Sebulan lalu, bangsa itu juga berduka atas kematian seorang wanita hamil yang menunggu dengan sia-sia untuk operasi caesar. Korban, yang bernama Astou Sokhna, sudah dalam kondisi kesakitan ketika tiba di RS di kota utara Louga. Namun, staf telah menolak mengakomodasi permintaannya untuk operasi Caesar, dengan mengatakan bahwa itu tidak dijadwalkan.

Gara-gara penolakan itu, Sokhna meregang nyawa. Dia meninggal 1 April, 20 jam setelah tiba di RS tersebut.

Kematian Sokhna telah menyebabkan gelombang kemarahan di seluruh negeri, dengan massa memprotes kondisi mengerikan tentang sistem kesehatan masyarakat Senegal. Dua minggu kemudian, Menteri Kesehatan Sarr baru mengakui bahwa kematian Sokhna sebenarnya bisa dihindari.

Pada 11 Mei, tiga bidan yang bertugas pada malam kematian Sokhna, dijatuhi hukuman enam bulan penjara. Oleh Pengadilan Tinggi Louga, ketiganya dianggap 'gagal membantu seseorang dalam bahaya'.

Direktur Amnesty International Senegal Seydi Gassama, mengatakan organisasinya telah menyerukan inspeksi dan peningkatan layanan neonatologi di RS di seluruh Senegal. Desakan ini terjadi terutama setelah kasus kematian 'mengerikan' dari empat bayi di Linguere.

Dan dengan tragedi baru pada hari Rabu, Amnesty kembali bersuara. Lembaga tersebut 'mendesak pemerintah negara Afrika Barat itu untuk membentuk penyelidikan independen dan memberi hukuman pada pihak yang bertanggung jawab.'

"Kami mendesak pemerintah untuk membentuk komisi penyelidikan independen, guna menentukan tanggung jawab dan menghukum para pelakunya, tidak peduli apa tingkat mereka di lingkungan aparatur negara," kata Amnesty dalam twitnya.

Anggota parlemen oposisi Mamadou Lamine Diallo juga menanggapi dengan kemarahan atas kebakaran Tivaouane yang menewaskan sedikitnya 11 bayi.

"Lebih banyak bayi terbakar di rumah sakit umum... ini tidak bisa diterima @MackySall. Ini sudah cukup," cuit Diallo.[]