News

Tragedi Kebaktian Gereja di Liberia, Serangan Gangster Picu Kepanikan yang Tewaskan 29 Orang

Kepanikan menyebar ketika gangster lokal yang dijuluki zogo datang dan mulai merampok orang dengan pisau.


Tragedi Kebaktian Gereja di Liberia, Serangan Gangster Picu Kepanikan yang Tewaskan 29 Orang
Situasi lapangan sepak bola di Liberia sehari setelah terjadi tragedi kebaktian gereja yang digelar di sana pada Rabu (19/1). (Foto: EPA via The New York Times) ()

AKURAT.CO Sebuah kebaktian gereja di Liberia diserang gangster pada Rabu (19/1). Akibatnya, timbul kepanikan massa yang menyebabkan tewasnya 29 orang, termasuk 11 anak-anak.

Dilansir dari The New York Times, jemaat saat itu tengah mengikuti kebaktian kebangkitan yang diadakan oleh gereja Pentakosta populer, World of Life Outreach Mission International, di lapangan sepak bola sekolah di Kota New Kru, Monrovia. Begitu tersiar kabar orang-orang dirampok saat hendak keluar, jemaat langsung panik berebutan kabur melalui lubang kecil di tembok pagar yang mengelilingi lapangan sepak bola.

EPA via The New York Times

"Orang-orang berhamburan ke pagar karena khawatir akan nyawa mereka. Kemudian, banyak yang bergelimpangan dan terinjak-injak yang lainnya," ungkap Emmanuel Gray, seorang warga Kota New Kru.

baca juga:

Ia dan para pemuda lainnya lantas menarik 17 mayat dari kekacauan dan membawa mereka ke rumah sakit.

Menurut jemaat lainnya, kepanikan menyebar ketika gangster lokal yang dijuluki zogo datang dan mulai merampok orang dengan pisau.

"Orang-orang mendengar zogo mengambil harta mereka usai kebaktian," ujar James Toe.

AFP

Penyelidikan pun sedang berlangsung dan 1 orang telah ditangkap. Ia dilaporkan membawa pisau.

Tragedi ini menuai keprihatinan dari Presiden Liberia George Weah. Ia lantas mengumumkan 3 hari berkabung.

Pendeta yang memimpin kebaktian, Abraham Kromah, juga mengaku sangat sedih atas tragedi tersebut. Ia sedang diinterogasi sebagai bagian dari penyelidikan polisi, menurut Moses Carter, juru bicara Kepolisian Nasional Liberia.

Sejumlah organisasi pun menyoroti peran anggota geng dalam penyerbuan itu. Mereka menganggapnya sebagai ancaman serius bagi Liberia.

Menurut Federasi Pemuda Liberia, itulah tanda darurat keamanan nasional yang dihadapi bangsa dari populasi mudanya. Sebagai informasi, lebih dari 60 persen populasi di negara Afrika Barat tersebut berusia di bawah 25 tahun.

EPA via The New York Times

Tragedi ini juga menunjukkan kesengsaraan kaum muda yang menganggur di Liberia dan ancaman penyalahgunaan narkoba di negara itu, menurut perwakilan Program Pembangunan PBB di Liberia.

Liberia masih terdampak dari 2 perang saudara yang menelan ratusan ribu nyawa dan memaksa banyak anak menjadi tentara anak. Ini menyebabkan tingginya angka pengangguran dan menjadi salah satu negara termiskin di dunia, meski kaya akan sumber daya alam.[]