Olahraga

Tragedi Kanjuruhan, Timnas U-16, dan Impian Menjadi "Brasil-nya Asia"

Tragedi Kanjuruhan, Timnas U-16, dan Impian Menjadi
Sejumlah pesepak bola Tim Nasional U-17 Indonesia berlatih di Stadion Pajajaran, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (2/10). (ANTARA/Aditya Pradana Putra)

AKURAT.CO, Kolumnis The Guardian, John Duerden, menggambarkan impian Indonesia untuk menjadi negara sepakbola besar dengan ungkapan bermimpi menjadi “Brasilnya Asia”. Gambaran ini bisa merupakan pujian tetapi juga menunjukkan bahwa level Indonesia memang masih di bawah sehingga Brasil masih menjadi impian.

Duerden menggunakan gambaran tersebut dalam artikelnya tentang tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10), yang diterbitkan kemarin. “Indonesia Memiliki Gairah Besar terhadap Sepakbola tetapi tidak Asing dengan Tragedi,” demikian judul artikel Duerden.

Petikan dari artikel yang ditulis oleh kolumnis berkebangsaan Inggris tersebut hanyalah pemanis untuk membuka pembicaraan mengenai bagaimana gerak sepakbola Indonesia terkini dan dampak kematian 125 korban jiwa di Kanjuruhan terhadap impian “Brasil-nya Asia”.

baca juga:

Beberapa hal yang dicatat oleh Duerden dari segi prestasi sepakbola adalah keberhasilan Tim Nasional Indonesia lolos ke Piala Asia 2023 untuk kali pertama sejak 2007. Sementara itu, Timnas U-19 juga sudah memastikan satu tempat di Piala Asia U-20 2023.

Respons yang paling nyata sebenarnya bakal bisa dilihat di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, mulai Senin (3/10) malam ini sampai 9 Oktober nanti. Pasalnya, di stadion itu Timnas U-16 akan bertanding di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023 di tengah kondisi duka nasional.

Tragedi Kanjuruhan, Timnas U-16, dan Impian Menjadi Brasil-nya Asia - Foto 1
Pelatih kepala Timnas sepak bola Indonesia U-17 Bima Sakti (tengah) memberikan pengarahan kepada sejumlah pesepak bola Timnas saat latihan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/9). ANTARA/Yulius Satria Wijaya.

Garuda Remaja–julukan Timnas U-16–bersiap melakoni pertandingan pertama di Kualifikasi Piala Asia 2023 dengan menghadapi Guam, malam nanti. Itu berarti mereka akan datang ke pertandingan dengan pengetahuan terhadap tragedi di Kanjuruhan.

Pelatih Timnas U-16, Bima Sakti, menyadari bahwa peristiwa di Malang bisa berdampak terhadap perjalanan sepakbola nasional yang sedang dalam jalur positif. Dan Bima adalah orang yang bertanggungjawab untuk memberikan respons dengan memimpin Timnas U-16 bermain baik melawan Guam nanti malam.

“Kita berduka sedih dengan kejadian ini, kita berdoa bersama-sama semuanya semoga enggak berimbas ke sepakbola nasional terutama, karena kita sudah gembira kompetisi sudah berjalan,  karena Timnas kita juga di level senior, U-20, kemudian kita lagi mengejar tiket lolos ke Piala Asia U-17,” kata Bima di Bogor, Minggu (2/10).

Tragedi Kanjuruhan, Timnas U-16, dan Impian Menjadi Brasil-nya Asia - Foto 2
Pelatih kepala Timnas sepak bola Indonesia U-17 Bima Sakti (tengah) memberikan pengarahan kepada sejumlah pesepak bola Timnas saat latihan di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (30/9). ANTARA/Yulius Satria Wijaya.

Kekhawatiran yang sama juga diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, yang melihat sepakbola Indonesia justru dalam kondisi berkembang. “Kami berharap kejadian ini tidak akan merusak sepakbola kita,” kata Amali.

Adapun Timnas U-16 akan menempuh jalan yang tidak ringan untuk mendapatkan tiket lolos ke Piala Asia U-17 tahun depan. Pasalnya, mereka tergabung di grup B dengan tim kuat seperti Uni Emirat Arab, Malaysia, dan saudara terkasih dari Timur Tengah, Palestina.[]