Olahraga

Tragedi Kanjuruhan: PSSI Sebut AFC dan FIFA Bakal Datang ke Indonesia

Tragedi Kanjuruhan: PSSI Sebut AFC dan FIFA Bakal Datang ke Indonesia
Petugas polisi berusaha menghentikan para suporter yang memasuki lapangan di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu (1/10) malam (H Prabowo/EPA, via Shutterstock)

AKURAT.CO, Konfederasi Sepakbola Asia (AFC) dan Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) disebut akan melakukan kunjungan ke Indonesia, usai tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Masalah FIFA, itu nanti ada kunjungan dari AFC dan FIFA, (keduanya) sudah komunikasi dengan kita," ujar  Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh dalam konferensi pers perkembangan terbaru soal tragedi Kanjuruhan di Malang, pada Selasa (4/10).

Tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur terjadi usai Arema FC menelan kekalahan 2-3 dari Persebaya Surabaya dalam pertandingan Liga 1 Indonesia 2022-2023 bertajuk Derbi Jawa Timur pada Sabtu (1/10) lalu.

baca juga:

Suporter tuan rumah merasa kecewa dan tidak terima atas kekalahan timnya, hingga turun ke lapangan. Pihak kepolisian kemudian bertindak dengan menembakkan gas air mata kepada suporter di tribune, yang mengakibatkan para penonton panik dan berdesakkan untuk keluar dari stadion. Akibat insiden tersebut, ratusan orang menjadi korban dan meninggal dunia.

Riyadh mengatakan bahwa PSSI berharap agar FIFA bisa melihat bahwa peristiwa horror tersebut hanyalah ulah oknum saja. 

"Semoga FIFA mendukung. Bahwa yang penting bagi kita ini, FIFA akan melihat pemerintah bagaimana menyikapi ini, ini bukan perbuatan pemerintah, ini oknum sehingga pemerintah dengan cepat, kepolisian cepat mengambil tindakan. Saya kira itu positif untuk kita di (mata) FIFA ke depan," ucapnya.

Sebelumnya Sekretaris Jenderal PSSI, Yunus Nusi juga telah mengatakan bahwa pihaknya terus membangun komunikasi dengan FIFA sampai masalah ini tuntas. Besar harapannya agar PSSI tidak terkena dampak atau sanksi dari FIFA akibat insiden ini.

"Kami sangat berharap ini tidak menjadi rujukan dan landasan dari FIFA untuk mengambil keputusan-keputusan yang tidak baik dan tidak menguntungkan untuk Indonesia dan PSSI khususnya," ucap Yunus dalam jumpa pers di Jakarta beberapa hari lalu.

"Tapi kami tahu bersama bahwa FIFA dan AFC dalam mengambil keputusan tidak terburu-buru. Bisa saja kalau ini dipandang perlu untuk keperluan sepakbola, bisa saja FIFA berkunjung ke Indonesia secara jelas dan nyata melihat dan mendengarkan kejadian yang terjadi di Kanjuruhan."[]