News

Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud Md: Aparat Sudah Antisipasi, tapi Tak Diikuti Panitia

Tragedi Kanjuruhan Malang, Mahfud Md: Aparat Sudah Antisipasi, tapi Tak Diikuti Panitia
Menko Polhukam Mahfud MD (kanan) memberikan keterangan pers usai menerima hasil laporan pemantauan dan penyelidikan peristiwa kematian Brigadir J dari Komnas HAM di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (12/9/2022). Berdasarkan laporan yang disusun Komnas HAM bersama Komnas Perempuan disimpulkan terjadi (Dok. Antara Foto)

AKURAT.CO, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur mengakibatkan 127 suporter tewas.

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD menyebut aparat sudah melakukan antisipasi kerusuhan lewat koordinasi dengan panitia penyelenggara dan usul-usul teknis di lapangan.

"Sebenarnya, sejak sebelum pertandingan pihak aparat sudah mengantisipasi melalui koordinasi dan usul-usul teknis di lapangan. Misal, pertandingan agar dilaksanakan sore (bukan malam), jumlah penonton agar disesuaikan dengan kapasitas stadion yakni 38.000 orang," kata Mahfud dalam akun Instagram-nya, Minggu (2/10/2022).

baca juga:

Namun, usulan tersebut tidak didengar oleh panitia pelaksana pertandingan Arema lawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang. 

"Tapi usul-usul itu tidak dilakukan oleh panitia pelaksana yang tampak sangat bersemangat. Pertandingan tetap dilangsungkan malam, dan tiket yang dicetak jumlahnya 42.000," ujar Mahfud. 

Mahfud menyesali peristiwa kerusuhan tersebut. "Pemerintah menyesalkan atas kerusuhan di Kanjuruhan. Pemerintah akan menangani tragedi ini dengan baik," ujar Mahfud.

Seperti diketahui, tragedi kerusuha di Stadion Kanjuruhan, Malang itu menyebabkan 127 orang meninggal dunia. Selain 127 orang tewas, ada seratusan warga yang juga masih dalam perawatan.

Kericuhan bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak.[]