Olahraga

Tragedi Kanjuruhan: Lapor Presiden, Menpora Sebut Suporter Bandel akan Diatur

Tragedi Kanjuruhan: Lapor Presiden, Menpora Sebut Suporter Bandel akan Diatur
Menpora Zainudin Amali bersiap memimpin rapat evaluasi dan perbaikan prosedur pengamanan sepakbola di kantor Kemenpora, Jakarta, Kamis (6/10 (ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)

AKURAT.CO, Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali, mengaku sudah melaporkan hasil pertemuannya dengan kelompok suporter empat tim besar kepada Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (7/10), sehubungan dengan tragedi Kanjuruhan.

Salah satu hal yang dilaporkan Amali adalah pengaturan suporter yang masih “bandel” dan melakukan provokasi. Menurut Menpora, ketegangan di kalangan suporter di antaranya dipengaruhi oleh ucapan-ucapan provokatif melalui spanduk di stadion dan konten di media sosial.

Kan biasanya (ada) narasi-narasi memprovokasi orang untuk bisa saling menyerang itu, kita akan hentikan itu. Kalau ada yang masih bandel juga akan diatur, tentu itu kewenangan PSSI ya,” kata Menpora usai pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, hari ini, sebagaimana dipetik dari Antara.

baca juga:

“Semua klub Liga 1 berkomitmen menjaga jangan sampai terjadi lagi Tragedi Kanjuruhan.”

Menpora sendiri melakukan pertemuan dengan kelompok suporter Arema FC, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan Persija Jakarta, di kantornya, Jakarta, Kamis (8/10). Empat klub tersebut dianggap memiliki basis suporter terbesar di Indonesia.

“Kemarin saya undang dan mereka menyatakan kita akan stop untuk bisa (terjadi) seperti kemarin lagi,” kata Amali.

Menpora saat ini sudah melakukan rapat koordinasi untuk mengevaluasi prosedur pengamanan penyelenggaran pertandingan sepakbola. Beberapa pihak yang diundang dalam rapat tersebut di antaranya adalah Wakil Komandan Korps Brimob, Irjen Pol Setyo Boedi, perwakilan BNPB, PT Liga Indonesia Baru, dan klub.

Tragedi pada laga antara Arema FC versus Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu (1/10), telah menewaskan 131 orang dan ratusan orang luka-luka. Komite Disiplin PSSI telah menghukum Arema, ketua panitia pelaksana, dan pejabat keamanan pertandingan.

Sementara itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah mengumumkan enam tersangka pada tragedi Kanjuruhan. Selain tiga petugas kepolisian, Kapolri juga menetapkan Direktur PT LIB, Akhmad Hadian Lukita, sebagai tersangka.

Tragedi Kanjuruhan juga menyebabkan ditangguhkannya Liga 1 Indonesia 2022-2023. Sampai saat ini belum diketahui kapan kompetisi kasta sepakbola tertinggi di Indonesia dilanjutkan kembali.[]