Olahraga

Tragedi Kanjuruhan: Dunia Internasional Ramai-Ramai "Menyalahkan" Polisi

Tragedi Kanjuruhan: Dunia Internasional Ramai-Ramai
Aparat keamanan menembakkan gas air mata untuk menghalau suporter yang masuk ke lapangan usai pertandingan BRI Liga 1 antara Arema melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Sabtu malam (1/10). (ANTARA/Ari Bowo Sucipto)

AKURAT.CO, Pada akhirnya, sulit untuk tak menempatkan polisi sebagai pihak paling bertanggungjawab dalam tragedi Kanjuruhan. Sungguhpun panitia pelaksana dan suporter tak lepas dari kesalahan, polisi memainkan peran paling krusial karena gas air mata yang mereka lepaskan memicu tewasnya 131 orang dalam insiden itu.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo pada Kamis (6/10) malam telah menetapkan enam orang sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan. Tiga orang berurusan dengan pertandingan–termasuk Direktur PT Liga Indonesia Baru–dan tiga lainnya merupakan anggota kepolisian.

Beberapa hari sebelumnya, Kapolri memulai aksinya dengan mengambil tindakan mencopot Kapolres Malang, Ferli Hidayat. Namun, besarnya perhatian dunia terhadap kasus ini membuat Kapolri sadar bahwa pencopotan jabatan saja tidak cukup untuk peristiwa yang disebut oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, sebagai “hari terkelam di sepakbola dunia” itu.

baca juga:

Lebih dari itu, respons cepat Kapolri barangkali tak lepas juga dari perhatian dunia internasional terhadap peran polisi. Suporter Bayern Muenchen, misalnya, membentangkan spanduk dalam bahasa Inggris yang jika diartikan bisa berbunyi “Lebih dari 100 Orang Dibunuh Polisi. Kenanglah Kematian di Kanjuruhan”.

Tragedi Kanjuruhan: Dunia Internasional Ramai-Ramai Menyalahkan Polisi - Foto 1
Suporter Bayern Muenchen membentangkan spanduk soal tragedi Kanjuruhan pada laga Liga Champions 2022-2023 antara tim mereka dan Viktoria Plzen di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Selasa (3/10). TWITTER/Extra Time Indonesia.

Spanduk tersebut dibentangkan tepat di tribun belakang gawang Stadion Allianz Arena di Muenchen, Jerman, Selasa (3/10), ketika Muenchen menjamu Viktoria Plzen pada pertandingan penyisihan Liga Champions 2022-2023.

Di Inggris, perhatian terhadap polisi tampak pada tajuk yang digunakan oleh dua media besar mereka, The Guardian dan BBC. The Guardian mengambil sudut pandang pemecatan Kapolres Malang pada berita Senin (3/10) sementara BBC hari ini, Jumat (7/10), memuat pemecatan enam tersangka.

“Insiden tersebut menyebabkan kemarahan publik, yang lebih banyak diarahkan terhadap polisi dan penggunaan gas air mata oleh mereka,” tulis BBC.

Sementara itu, Washington Post memuat artikel yang berisi penyelidikan menggunakan cuplikan video kerusuhan di Kanjuruhan dengan fokus pada tindakan polisi melepaskan gas air mata. Juga video anggota TNI yang melakukan tendangan kungfu terhadap salah seorang suporter.

“Melepaskan gas air mata ke tribun ketiga gerbang terkunci tidak lain mengarah ke tindakan fatal yang masif,” kata profesor Universitas Keele, Inggris, yang mempelajari kebijakan terhadap penggemar olahraga, Clifford Scott, sebagaimana dimuat Washington Post. “Dan itulah yang benar-benar terjadi.”[]