News

Tragedi Kanjuruhan: 33 Anak Meninggal Dunia, Paling Muda Usia 4 Tahun

Tragedi Kanjuruhan: 33 Anak Meninggal Dunia, Paling Muda Usia 4 Tahun
Ultras Garuda bersama gabungan suporter klub di Indonesia melakukan aksi 1000 lilin dan tabur bunga di depan Kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (2/10/2022). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas dan bentuk rasa duka cita atas tragedi tewasnya ratusan suporter Arema usai menonton pertandingan antara Arema Malang vs Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. (AKURAT.CO/Endra Prakoso)

AKURAT.CO, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mencatat terdapat 33 anak meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

"Tiga puluh tiga anak meninggal dunia (terdiri atas) delapan anak perempuan dan 25 anak laki-laki, dengan usia antara empat tahun sampai 17 tahun," kata Deputi Perlindungan Khusus Anak Kementerian PPPA Nahar dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (4/10/2022). 

Menurut Nahar, jumlah tersebut merupakan bagian dari 125 korban meninggal dunia berdasarkan data yang dirilis Polri.

baca juga:

Sementara untuk jumlah anak yang dirawat di rumah sakit setempat masih terus dikonfirmasi.

"Kami masih terus melengkapi datanya," kata Nahar.

Sebagaimana diketahui, tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang itu menyebabkan 125 orang meninggal dunia. Selain 125 orang tewas, sementara itu, seratusan warga juga masih dalam perawatan.

Kericuhan bermula saat para suporter menyerbu lapangan usai timnya kalah melawan Persebaya. Banyaknya suporter yang menyerbu lapangan direspons polisi dengan menghalau dan menembakkan gas air mata.

Gas air mata juga ditembakkan ke arah tribun. Tembakan gas air mata tersebut membuat para suporter panik, berlarian, dan terinjak-injak. []