Ekonomi

Trafik Penumpang di Bandara Kelolaan Angkasa Pura I Tumbuh 53 Persen


Trafik Penumpang di Bandara Kelolaan Angkasa Pura I Tumbuh 53 Persen
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Denpasar menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan Terminal Internasional Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (3/3/2020). Kegiatan desinfeksi yang dilakukan di area terminal domestik dan internasional bandara tersebut dilakukan sebagai salah satu langkah antisipasi potensi penyebaran COVID-19 atau virus Corona. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

AKURAT.CO, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Faik Fahmi mengatakan, trafik penumpang di 15 bandara yang dikelola perseroan terus mengalami pertumbuhan sejak Mei hingga pertengahan Agustus 2020 di tengah masih merebaknya wabah COVID-19.

"Terus tumbuhnya trafik penumpang sejak Mei hingga pertengahan Agustus ini semakin menumbuhkan optimisme kebangkitan industri aviasi. Perseroan juga konsisten menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran COVID-19 yang ketat sehingga diharapkan masyarakat tidak perlu khawatir untuk melakukan perjalanan udara," ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (20/8/2020).

Pada periode 1-16 Agustus 2020, Angkasa Pura I mencatat trafik penumpang mencapai 1.000.099 orang atau tumbuh 53 persen dibanding trafik penumpang pada periode yang sama bulan sebelumnya (1-16 Juli 2020) yang hanya sebanyak 652.107 orang.

Sedangkan trafik pesawat pada periode 1-16 Agustus 2020 sebanyak 13.197 pergerakan pesawat, tumbuh 21 persen dibanding trafik pesawat pada periode yang sama yang sebanyak 10.834 pergerakan. Sementara itu, trafik kargo pada periode ini mencapai 18.203.088 kilogram.

Sebagai informasi, trafik penumpang di bandara sejak Mei hingga Juli 2020 secara berurutan yaitu 77.342 orang, 648.567 orang, dan 1.363.912 orang.

Selain konsistensi penerapan protokol kesehatan di bandara, lanjut Faik Fahmi, perusahaan juga melakukan upaya lain untuk memudahkan dan menambah kenyamanan masyarakat melakukan perjalanan udara seperti penyediaan fasilitas rapid test di 11 bandara dan penambahan jam operasional bandara.

"Melalui berbagai upaya tersebut dan rencana penghapusan surat keterangan hasil rapid test nonreaktif sebagai syarat melakukan perjalanan, kami berharap dan optimis trafik penumpang pesawat akan trus meningkat sehingga industri penerbangan lekas kembali pulih," paparnya.

Adapun trafik penumpang tertinggi pada periode ini terjadi di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar dengan trafik penumpang sebanyak 245.991 orang.

Sedangkan trafik penumpang tertinggi kedua pada periode ini terjadi di Bandara Juanda Surabaya dengan trafik mencapai 224.428 orang,trafik penumpang tertinggi ketiga terjadi di Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan dengan trafik sebesar 115.557 orang.