Lifestyle

Doa Suci dan Tradisi-tradisi Unik Hari Waisak di Indonesia

Umat Buddha di setiap daerah memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Waisak. Berikut tradisi-tradisi yang bisa kamu lihat di Hari Waisak dari Akurat.co


Doa Suci dan Tradisi-tradisi Unik Hari Waisak di Indonesia
Seorang Bhiksu berjalan di sekitar kawasan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Magelang, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019). (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

AKURAT.CO, Umat Buddha merayakan Hari Suci Waisak hari ini, 26 Mei. Waisak dirayakan setiap bulan Mei, tepatnya pada waktu terang bulan atau dengan istilah lain yaitu Purnama Sidhi, sebagai hari untuk memperingati Trisuci Waisak atau tiga peristiwa penting, yakni kelahiran, penerangan agung, dan kematian Buddha Gautama.

Umat Buddha di setiap daerah Indonesia memiliki tradisi tersendiri dalam merayakan Waisak ini. Peleburan budaya setempat menjadikan tradisi yang dilakukan semakin unik dan meriah untuk merayakan Hari Waisak. Akurat.co memberi rangkuman tradisi-tradisi yang bisa kamu lihat di Hari Waisak.

Trisuci Waisak Candi Borobudur

Doa Suci dan Tradisi-tradisi Unik Hari Waisak di Indonesia - Foto 1
Ziarah Waisak Biksu melakukan ziarah di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/5/2019). Ziarah yang diikuti oleh para biksu dan umat Buddha itu guna merefleksikan ajaran Sang Buddha serta untuk menyambut Waisak  ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Setiap tahunnya, Candi Borobudur selalu ramai didatangi umat Buddha dari pelosok tanah air sebelum Hari Waisak. Hal ini karena perayaan Hari Waisak Indonesia dipusatkan di Candi Borobudur selama satu minggu. Tak heran, bila tradisi Trisuci Waisak di Candi Borobudur selalu berlangsung khidmat.

Pada acara puncak Waisak, ribuan umat Buddha akan mengikuti kirab dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur sejauh 3 kilometer.

Rombongan akan membawa berbagai perlengkapan puja bakti Waisak, seperti replika Sang Buddha, air berkah, api dharma, dan kitab suci Tripitaka.

Hal yang paling menarik dari tradisi ini adalah saat ribuan umat Buddha mengelilingi candi dengan langkah pelan sembari membaca doa. Lalu, ribuan lampion diterbangkan di kompleks Candi Borobudur sebagai makna kebahagiaan serta harapan agar doanya terwujud.

Kirab Agung Amisa Puja

Umat Buddha di Desa Gunung Kelir, Girimulyo, Yogyakarta, menyambut detik-detik Waisak lewat kirab agung amisa puja. Kirab yang merupakan budaya Jawa ini akan mengarak replika Sang Buddha sambil membawa bermacam sajen persembahan ke salah satu vihara terdekat.

Nantinya, aneka sajen yang meliputi nasi tumpeng, air waisak dan api akan disemayamkan di pelataran Vihara Giriloka. Pelaksanaan tradisi ini bertujuan untuk mengenang ajaran Guru Agung Buddha Gautama.

Usai melakukan kirab, umat Buddha akan melaksanakan puja bakti (sembahyang) dan pembacaan paritta suci Waisak (buku suci) hingga menjelang Waisak. Rangkaian puncak Waisak sendiri akan ditutup dengan perayaan darma sakti pada Hari Waisak.

Perayaan Waisak Di Candi Muaro Jambi

Doa Suci dan Tradisi-tradisi Unik Hari Waisak di Indonesia - Foto 2
Candi Muarojambi Candi Muarojambi INSTAGRAM/taujambi

Perayaan Waisak di Jambi selalu diselenggarakan di kompleks Candi Muaro Jambi. Ratusan umat Buddha memadati area sekitar candi untuk melaksanakan berbagai ritual Waisak.

Ritual akan dimulai dengan mengitari kompleks candi, sembahyang, sampai semadi yang dipimpin oleh biksu. Setelah ritual usai, rangkaian perayaan Waisak akan diakhiri dengan pelepasan lampion pada dini hari.

Menariknya, perayaan Waisak di sini selalu digabungkan dengan Festival Candi Muaro Jambi, di mana berbagai pertunjukan kesenian, festival band, hingga bazar kuliner bisa dinikmati para pengunjung.[]