Lifestyle

Tradisi Nyumbun di Jambi, Warisan Turun Temurun Suku Duano Hormati Laut

Tardisi nyumbun dilakukan oleh Suku Duano secara turun temurun. Tradisi ini memiliki filosofi dan mengajarkan agar ramah dan menghormati laut. 


Tradisi Nyumbun di Jambi, Warisan Turun Temurun Suku Duano Hormati Laut
Tradisi Nyumbun di Kampung Laut, Jambi (ANTARANEWS.COM)

AKURAT.CO, Provinsi Jambi penuh dengan tradisi leluhur yang masih lestari hingga saat ini. Salah satunya adalah tradisi nyumbun atau memetik sumbun (sejenis kerang) yang dilakukan oleh Suku Duano, secara turun temurun. Memiliki daging lembut dan khas, biasanya sumbun dijadikan hidangan istimewa Suku Duano, berupa sup dan oseng-oseng.

Mengutip laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud), tradisi nyumbun ini mempunyai filosofi dan mengajarkan untuk menghormati laut. 

Meskipun sederhana, tradisi nyumbun tak boleh dilakukan sembarangan. Sebelum tradisi nyumbun dimulai, tetua kampung terlebih dahulu melakukan ritual menggunakan tepung tawar yang bermakna salam 'selamat datang'.

Menurut kepercayaan warga setempat, tepung tawar ini berfungsi agar tak terlihat makhluk halus. Selain itu, tepung tawar ini juga memiliki tujuan untuk meminta perlindungan saat menangkap sumbun di beting. 

Ada beberapa pantangan yang harus diketahui saat memetik sumbun, diantaranya : 

  • Dilarang berbicara kotor dan tak senonoh.
  • Tidak boleh membuang sampah sembarangan atau mengotori laut.
  • Wanita menstruasi dilarang mengikuti tradisi nyumbun.
  • Dilarang menggunakan payung maupun perhiasan saat memetik sumbun.
  • Tidak diperkenankan berenang di bibir beting karena banyak ular laut.

Nyumbun biasa dilakukan pada bulan April hingga Juni, atau pada saat air laut benar-benar surut. Untuk menangkap sumbun, hanya dibutuhkan alat berupa lidi yang telah diberi kapur pada ujungnya.

Alat ini kemudian dimasukan ke dalam lubang sumbun. Tidak beberapa lama kemudian, sumbunnya akan "mabuk" dan keluar dari lubangnya.

Tradisi nyumbun awalnya hanya dilakukan oleh Suku Duano. Namun, kini warga suku lain di Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi  juga ikut tradisi ini.  

Tradisi nyumbun kini sudah dijadikan sebagai Festival Kampung Laut oleh pemerintah daerah. Festival ini digelar bertujuan untuk melestarikan budaya dan juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan. 

Festival Kampung Laut ini diikuti oleh semua kalangan, mulai dari orang dewasa, remaja hingga anak-anak. Selain memetik sumbun pada Festival Kampung Laut, juga digelar festival layang-layang, lomba memancing ikan, hingga ritual adat Suku Duano.[]